Demo Perempuan di Medan Desak Perlindungan Hak & Hukum Tegas untuk Pelecehan
MEDAN — Puluhan mahasiswi dari Aliansi Perempuan Cipayung Plus Sumatera Utara turun ke jalan dalam aksi damai menolak kekerasan seksual dan pelecehan terhadap perempuan.
Aksi ini dipicu oleh kasus pelecehan verbal terhadap Ibu Kahiyang Ayu, istri Gubernur Sumut, yang viral di media sosial.
Dengan membawa poster bertuliskan “Tegakkan Martabat Perempuan” dan “Hentikan Kekerasan Seksual!”, para demonstran menuntut penegakan hukum tegas bagi pelaku serta perlindungan lebih bagi korban kekerasan seksual.
Kalau Pelecehan Bisa Terjadi pada Ibu Kahiyang, Bagaimana dengan Perempuan Biasa?
Khoirun Najwa, salah satu perwakilan aksi, menegaskan bahwa pelecehan terhadap Ibu Kahiyang bukan sekadar serangan personal, melainkan bukti masih kuatnya budaya misoginis di ruang publik dan digital.
“Ini darurat kekerasan seksual! Jika perempuan dengan status sosial tinggi saja bisa dilecehkan, bagaimana dengan perempuan biasa? Kami tidak akan diam!” tegas Najwa.
5 Tuntutan Mendesak dari Perempuan Cipayung Plus Sumut
1. Proses hukum cepat terhadap pelaku pelecehan Ibu Kahiyang Ayu.
2. Penyelesaian tuntas kasus kekerasan seksual di Sumut, termasuk di kampus & dunia digital.
3. Perlindungan korban, bukan menyalahkan atau mengkriminalisasi korban.
4. Pembentukan forum advokasi bersama pemerintah & aparat hukum.
5. Gerakan masif anti-seksisme, khususnya di media sosial.
Masyarakat & Aparat Harus Bergerak!
Aliansi ini menekankan bahwa diamnya masyarakat & lemahnya penegakan hukum hanya memperparah kekerasan terhadap perempuan. Mereka mendesak pemuda, aktivis, dan seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menciptakan ruang aman bagi perempuan. (FD)