Kura-kura Cangkang Lunak Raksasa Yangtze, Reptil Paling Langka di Dunia yang Hampir Punah
MEDAN – Yangtze giant softshell turtle atau Kura-kura Cangkang Lunak Raksasa Yangtze (Rafetus swinhoei) dikenal sebagai salah satu hewan paling langka di dunia.
Spesies ini berada di ambang kepunahan dengan jumlah individu yang tersisa sangat sedikit di alam liar, terutama di wilayah China dan Vietnam.
Kura-kura raksasa ini dapat tumbuh dengan ukuran luar biasa. Panjang tubuhnya bisa mencapai lebih dari 1 meter dengan berat hingga 100 kilogram, menjadikannya salah satu kura-kura air tawar terbesar di dunia.
Ciri-ciri Utama
Berbeda dengan kura-kura pada umumnya, Rafetus swinhoei memiliki cangkang lunak dan datar yang ditutupi kulit tebal berwarna abu-abu kehijauan.
Bagian kepalanya besar dengan moncong panjang menyerupai hidung kecil yang berfungsi membantu pernapasan saat berada di air.
Kura-kura ini menghabiskan sebagian besar hidupnya di sungai dan danau besar seperti di kawasan Sungai Yangtze. Mereka merupakan predator oportunistik yang memakan ikan, kepiting, moluska, hingga tumbuhan air.
Populasi Sangat Kritis
Populasi kura-kura ini mengalami penurunan drastis akibat. perburuan liar, kerusakan habitat sungai, polusi air.
pembangunan bendungan.
Dalam beberapa laporan konservasi internasional, jumlah kura-kura cangkang lunak raksasa Yangtze yang tersisa di dunia diperkirakan hanya beberapa individu saja.
Baca Juga: Kuda Thoroughbred, Ras Kuda Termahal di Dunia
Upaya Penyelamatan
Berbagai organisasi konservasi dan pemerintah di China serta Vietnam berupaya melakukan program pencarian individu liar dan penangkaran untuk menyelamatkan spesies ini dari kepunahan total.
Jika upaya konservasi gagal menemukan pasangan yang dapat berkembang biak, para ilmuwan khawatir Rafetus swinhoei bisa benar-benar punah dalam waktu dekat, menjadikannya salah satu kehilangan terbesar bagi keanekaragaman hayati dunia.(RS)