Perluas Sinergi Kampus–Industri, Disnaker Medan Fasilitasi PT Tradepro Latih Mahasiswa FISIP USU

32

MEDAN – Persaingan dunia kerja kian ketat. Ijazah saja tak cukup. Mahasiswa dituntut punya kompetensi terukur dan pengalaman nyata sebelum wisuda.

Menjawab tantangan ini, Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Medan bertindak sebagai katalisator dengan memfasilitasi kolaborasi strategis antara dunia kampus dan industri.

Melalui program Roadshow Go to Campus, Disnaker Medan menggandeng Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU) dan PT Tradepro Penasihat Berjangka.

Kegiatan yang digelar Kamis (9/4/2026) di Gedung Teater FISIP USU ini berlangsung luar biasa meriah. Seluruh kursi terisi penuh, bahkan beberapa mahasiswa rela berdiri di lorong. Antusiasme begitu tinggi peserta aktif mencatat, bertanya, dan berdiskusi hangat dengan para pemateri.

“Mahasiswa perlu disiapkan sejak dini dengan kompetensi yang relevan. Tidak cukup hanya mengandalkan ijazah, tetapi harus memiliki keahlian yang terukur dan diakui industri,” tegas Mohammad Hadeli Sundhana, Kabid Pelatihan dan Produktivitas Disnaker Medan yang mewakili Plt. Kepala Dinas Ramaddan.

Hadeli menambahkan, persaingan kerja di Kota Medan semakin sengit. Kompetensi yang dibutuhkan industri berubah cepat. Karena itu, sertifikasi dan pengalaman praktis menjadi nilai jual utama. Bahkan, idealnya mahasiswa sudah mendapat peluang kerja sebelum menyelesaikan studi.

Baca Juga : Menteri Nusron Terjunkan 500 Mahasiswa KKN Tematik, Percepatan Sertifikasi Aset Umat

Dekan FISIP USU, Hatta Ridho, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, kolaborasi ini mewujudkan sinergi Trihelix (akademisi, dunia usaha, pemerintah). Program yang dijalankan tidak sekadar seminar biasa, melainkan tiga tahapan besar:

1. Sosialisasi – membekali wawasan tentang perdagangan berjangka dan peluang karier.
2. Pelatihan teknis & soft skill – dipandu langsung praktisi PT Tradepro.
3. Sertifikasi kompetensi BNSP – pengakuan nasional atas keahlian mahasiswa.

“Mahasiswa sekarang dituntut tidak hanya punya ijazah, tapi juga keahlian yang jelas sesuai bidang ilmunya. Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) menjadi bukti konkret kompetensi mereka,” ujar Hatta.

PT Tradepro tidak hanya mengajarkan teori perdagangan berjangka, tetapi juga membangun keseimbangan hard skill dan soft skill komunikasi, negosiasi, analisis pasar, hingga manajemen risiko. Hasilnya, mahasiswa FISIP USU pulang dengan bekal yang aplikatif dan siap pakai.

Kegiatan ini adalah bagian dari implementasi konsep link and match antara kurikulum kampus dan kebutuhan industri. Disnaker Medan sebelumnya juga telah memfasilitasi kolaborasi serupa di Institut Sains dan Teknologi TD Pardede (ISTP).

Konsistensi ini membuktikan komitmen Disnaker Medan sebagai jembatan dan penggerak ekosistem ketenagakerjaan yang kompetitif.

Dengan langkah nyata seperti ini, Kota Medan tak hanya mencetak lulusan, tetapi talenta siap kerja yang langsung dibutuhkan industri. Jangan sampai ketinggalan ikuti terus program Disnaker Medan berikutnya. Siapa tahu, kampusmu berikutnya yang kebagian sinergi keren ini! (Rel)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com