Sidebuk Debuk Ditata Total! Bobby Nasution Hapus Pungli, Wisatawan Kini Bebas Biaya Masuk

222

MEDAN – Kabar gembira bagi para pecinta wisata alam Sumatera Utara! Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, secara resmi menghentikan praktik pungutan liar (pungli) di kawasan wisata Pemandian Air Panas Sidebuk Debuk, Kabupaten Karo.

Kebijakan ini diambil menyusul kesepakatan antara pemerintah daerah dan para pelaku usaha setempat, sekaligus menindaklanjuti video viral pungutan berlapis yang sempat menggemparkan media sosial.

Bobby menegaskan bahwa pengelolaan kawasan wisata ke depan akan menerapkan sistem pelayanan terpadu atau one stop service. Dengan sistem ini, wisatawan tidak perlu lagi menghadapi berbagai pungutan saat memasuki kawasan wisata.

“Finalnya sudah disampaikan sama Pak Bupati Karo, nanti di situ akan dibuka sistem one stop service. Jadi para pengusaha sudah kumpul, hasilnya bayar di mana pun bisa all access,” ujar Bobby usai menerima laporan Bupati Karo Antonius Ginting di Kantor Gubernur Sumut, kemarin.

Para pengusaha di kawasan Sidebuk Debuk pun telah menyatakan kesepakatan mereka. Wisatawan nantinya cukup membayar retribusi sampah dan parkir, tanpa biaya masuk tambahan.

Bupati Karo Antonius Ginting menegaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar mengganti pungutan liar dengan tiket resmi.

“Itu tidak profesional. Namanya hanya mengganti casing saja. Hal itu tidak sesuai dengan amanah undang-undang,” tegasnya.

Sebagai gantinya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan diperoleh dari pajak hotel atau penginapan, restoran, hiburan, reklame, retribusi sampah, dan parkir.

Baca Juga : Gubsu Bobby Pimpin Revolusi Wisata Karo: Sidebuk Debuk Bebas Pungli, Wisata Naik Kelas!

Dengan kata lain, wisatawan menikmati akses gratis, sementara pendapatan daerah tetap terjaga dari sektor usaha yang beroperasi di kawasan tersebut.

Bobby tidak lupa memperhatikan masyarakat yang selama ini menggantungkan penghidupan dari aktivitas pungutan. Pemerintah Provinsi Sumut bersama Pemkab Karo berencana membangun pusat oleh-oleh dan food court yang dikelola langsung oleh kelompok masyarakat setempat melalui BUMDes.

“Nanti akan kita coba bantu untuk bangun pusat oleh-oleh atau food court yang akan dikelola langsung oleh masyarakat di sana,” ujar Bobby.

Bahkan, Bobby mendorong pembentukan kampung wisata di kawasan Air Panas Karo sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Pemanfaatan dana CSR dari pelaku usaha juga diusulkan untuk membangun kampung wisata tersebut.

Selain penataan sistem retribusi, Pemkab Karo berencana membangun dua jalur akses baru menuju Sidebuk Debuk. Selama ini wisatawan hanya mengandalkan satu akses dari Simpang Doulu yang kerap menjadi titik kemacetan.

Dua jalur baru yang akan dibangun adalah:
· Jalur pertama: menghubungkan Penatapan Berastagi dengan Desa Semangat Gunung
· Jalur kedua: menghubungkan Jaranguda Berastagi dengan Desa Semangat Gunung

“Wisatawan dari Medan nantinya bisa langsung ke lokasi tanpa harus melalui Doulu. Dari Simalungun dan Aceh Tenggara bisa dari Jaranguda. Ini juga membantu memecah kemacetan lalu lintas di kawasan Berastagi,” jelas Antonius.

Namun, Bobby mengingatkan bahwa pembangunan jalur baru masih memerlukan kajian lebih lanjut karena sebagian trase berpotensi melewati kawasan hutan dan membutuhkan izin dari Kementerian Kehutanan.

Menariknya, Bobby mengaku pernah menjadi korban pungli saat berkunjung ke Sidebuk Debuk. Pengalaman pribadi ini semakin menguatkan komitmennya untuk memberantas praktik pungutan liar di seluruh destinasi wisata Sumatera Utara.

“Kalau orang membayar karena mendapatkan fasilitas, tentu mereka akan membayar dengan ikhlas. Tapi kalau hanya lewat saja sudah harus membayar, saya rasa itu bukan lagi zamannya,” tegasnya.

Bobby menegaskan penertiban pungli tidak hanya di Sidebuk Debuk, tetapi juga di seluruh destinasi wisata Sumatera Utara, termasuk kawasan Danau Toba yang sempat viral karena kasus serupa.

“Tolong wisatanya itu, jangan orang cuma mau melihat harus langsung bayar, orang lewat langsung bayar. Kalau bayar fasilitasnya silakan. Nanti kita akan tertibkan secara keseluruhan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Presiden terus mendorong daerah untuk mengembangkan sektor pariwisata sebagai sumber pertumbuhan ekonomi. (FD)