Belum Dilantik Sudah Beri Manfaat! Rico Waas Terpukau Aksi Nyata Maluku Medan Bersatu, Bakti Sosial yang Viral!
MEDAN – Sebuah fenomena langka dan menginspirasi terjadi di Kota Medan. Organisasi kemasyarakatan Maluku Medan Bersatu (MMB) membuktikan bahwa jiwa sosial tidak perlu menunggu legalitas administrasi.
Di tengah hiruk-pikuk birokrasi kepengurusan yang belum rampung, MMB justru turun ke jalan menghadirkan manfaat nyata bagi warga. Aksi luar biasa ini mendapatkan apresiasi setinggi langit dari Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas.
Dalam sambutannya yang hangat dan penuh candaan segar di Gedung PKK, Medan Petisah, Minggu (21/6/26), Rico Waas mengungkapkan kekagumannya.
“Kita ketahui bersama, hari ini Maluku Medan Bersatu mengadakan kegiatan yang luar biasa, baik sekali. Padahal, belum dilantik! Biasanya organisasi itu dilantik dulu baru bikin kegiatan,” ujar Rico Waas disambut tepuk tangan meriah para peserta.
Fenomena ini dinilai sebagai angin segar bagi geliat organisasi kemasyarakatan di ibu kota Sumatera Utara. Biasanya, semangat pengabdian baru terlihat setelah seremonial pelantikan usai.
Namun MMB membalik logika itu: aksi nyata mendahului struktur. Rico Waas menegaskan bahwa momentum ini adalah bukti nyata MMB adalah organisasi yang berorientasi pada kemanfaatan umat, bukan sekadar gengsi atau formalitas belaka.
“Saya titip doa, kalau belum dilantik saja sudah bisa membawa manfaat sebesar ini, mudah-mudahan setelah dilantik nanti manfaatnya bisa berkali-kali lipat bagi kemaslahatan warga Kota Medan,” ungkapnya penuh harap.
Baca Juga : Rico Waas Apresiasi Bakti Sosial IKAPTK Medan: Ajak Masyarakat Jadi Orang Tua Asuh!
Lebih dari sekadar seremoni, bakti sosial yang digelar MMB menghadirkan layanan kesehatan premium secara gratis. Rangkaian kegiatan meliputi donor darah, pemeriksaan kesehatan menyeluruh, hingga layanan USG gratis yang disambut antusiasme tinggi warga.
Bazar UMKM juga turut memeriahkan acara, menunjukkan bahwa kepedulian sosial berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi lokal.
Rico Waas, yang dikenal dekat dengan rakyat, tidak melewatkan kesempatan ini untuk mengedukasi masyarakat. Ia menyoroti pentingnya donor darah yang selama ini sering dipandang sebelah mata.
“Kebutuhan pasokan darah di dunia medis tidak pernah ada habisnya. Donor darah berkala adalah salah satu pilar penyelamat nyawa sesama,” tegasnya.
Yang menarik, Rico Waas membongkar fakta mengejutkan: donor darah bukan hanya amal mulia, tetapi juga investasi kesehatan pribadi.
“Donor darah ini membuat kita semakin sehat karena ada regenerasi sel darah merah secara alami yang terus-menerus terjadi saat kita mendonorkannya,” jelasnya memberikan edukasi kesehatan yang mudah dipahami.
Proses regenerasi ini membantu tubuh memproduksi sel darah baru yang lebih segar, meningkatkan metabolisme, dan menjaga vitalitas tubuh secara keseluruhan.
Di akhir sambutannya, Rico Waas menegaskan komitmen Pemerintah Kota Medan untuk selalu membuka ruang kolaborasi.
“Pemko Medan akan selalu mendukung penuh setiap kegiatan kemasyarakatan yang bersifat positif. Bahkan, fasilitas umum milik pemko seperti Gedung PKK ini silakan dimanfaatkan secara luas untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintahan yang dipimpinnya mengusung semangat partisipatif dan pro-rakyat.
Suasana semakin semarak ketika Rico Waas menyapa langsung warga, memberikan hadiah bagi yang berhasil menjawab pertanyaan interaktif, serta meninjau langsung jalannya donor darah dan bazar UMKM.
Kehadirannya bukan sekadar formalitas, tetapi bentuk dukungan moral yang menggerakkan semangat gotong royong.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh sederet tokoh penting yang menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah, TNI, dan masyarakat.
Hadir antara lain perwakilan Dandim 0201/Medan Kapten Inf Sofyan, Pembina MMB Datuk Seri Adil Freddy Haberham, Ketua MMB Fitri Oktavia Noya, perwakilan PMI Kota Medan John Ismadi Lubis, Wakil Rektor III Universitas Darmawangsa Dr. Umar Hamdan Nasution, Ketua Panitia Zulkifli Taib, dan Kadispora T. Chairuniza, serta sejumlah tokoh masyarakat Maluku di Kota Medan.
Kehadiran lintas elemen ini menegaskan bahwa aksi sosial MMB mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak.
Ke depannya, setelah pelantikan resmi, MMB diharapkan mampu tampil dengan warna baru dan menjadi wadah yang bersifat komplementer melengkapi, bukan tumpang tindih dengan organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan lainnya di Medan.
Kisah Maluku Medan Bersatu adalah pengingat bahwa kebaikan tidak pernah menunggu izin. Ketika niat tulus dan kepedulian menyatu, manfaat besar bagi masyarakat pun tercipta.
Medan sedang menyaksikan lahirnya paradigma baru organisasi masyarakat: bergerak dulu, berbuat nyata, baru kemudian merayakan legitimasi. Selamat untuk MMB, semoga inspirasinya menyebar luas! (Rel)