Bobby Nasution: Rumah Baru dan Semangat Baru di Gerindra

405

SIBOLANGIT – Di tengah sejuknya udara Sibolangit, Deliserdang, sebuah momen reflektif dan penuh makna terjadi.

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, berdiri di hadapan ratusan kader Laskar Partai Gerindra, bukan sekadar sebagai pejabat, melainkan sebagai seorang “pendatang” yang menemukan rumah. Jumat (2/10/2026), ia membuka lembaran baru dalam narasi politiknya.

Dengan nada jujur dan tanpa basa-basi, Bobby menyebut Gerindra sebagai “rumah yang pantas dan tepat” untuk mencapai cita-cita bangsa.

Pernyataan ini bukan retorika kosong. Ia mengawalinya dengan sebuah pengakuan mengejutkan tentang masa lalunya di partai politik sebelumnya.

“Sejujurnya, seharusnya saya bersama-sama berada bersama kalian, di barisan kalian. Karena saya juga baru masuk. Sebelumnya saya pernah di sebuah partai lain. Beberapa tahun saya di partai sebelumnya, saya dipecat, diberhentikan,” ujar Bobby disambut tepuk tangan.

Pengakuan ini menjadi kunci daya tarik narasi. Bobby tidak datang sebagai kader senior yang mulus, melainkan sebagai seseorang yang pernah merasakan “keresahan dan gundah” setelah terlempar dari partai lama.

Baca Juga : Ade Jona Santai Tanggapi Isu Pergantian Ketua Gerindra Sumut

Di titik terendah itulah, Gerindra hadir. “Yang membuat saya tenang, saat itu saya melihat kader dan Partai Gerindra membuka tangan selebarnya buat saya. Ini adalah jalan saya, yang menurut saya cukup sekali pindah partai. Biarlah saya di partai Gerindra,” tegasnya.

Momen ini menjadi pembeda dari pemberitaan media lain. Bobby tidak hanya berbicara tentang kekuasaan, tetapi tentang penerimaan dan loyalitas. Ia mengajak seluruh kader untuk “menorehkan nama” membesarkan Gerindra di Sumut, bukan sebagai partai yang tiba-tiba menang, melainkan partai yang penuh perjuangan.

Kehadiran Ketua Gerindra Sumut, Ade Jona Prasetyo, menegaskan soliditas barisan. Bobby pun langsung memberikan instruksi strategis.

Ia mendorong konsolidasi rutin, minimal sebulan sekali, antara pengurus, kader, dan kepala daerah dari Gerindra.

“Titip untuk jaga bukan hanya nama baik partai tetapi juga program-program Pak Presiden,” pesannya. Baginya, program Prabowo Subianto sangat berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat bawah.

Dengan gaya komunikasi yang membumi dan menyentuh sisi personal, Bobby Nasution berhasil mengubah diklat menjadi panggung deklarasi politik yang kuat.

Ia bukan hanya Gubernur, tetapi juga kader yang siap berjuang. Pernyataan “cukup sekali pindah partai” menjadi simbol komitmen totalnya.

Bagi Gerindra Sumut, momen ini adalah amunisi berharga. Sosok Bobby Nasution menjadi jembatan antara kebijakan pusat dan kebutuhan daerah, sekaligus bukti bahwa partai ini adalah “rumah” bagi mereka yang ingin berkontribusi nyata. (FD/Rel)