Bobby Nasution Ubah Sepakbola Sumut Jadi Mesin Ekonomi Rp3,2 Triliun

13

MEDAN – Di tengah gempuran berita tentang infrastruktur dan politik, sebuah gebrakan senyap dari Sumatera Utara (Sumut) justru berpotensi mengubah wajah sepakbola nasional.

Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji, tanpa ragu menyebut Gubernur Bobby Nasution sebagai satu-satunya kepala daerah yang benar-benar peduli pada sepakbola kelompok usia. Pujian ini bukan isapan jempol belaka.

Saat menghadiri Kongres Biasa PSSI Sumut di Aula Raja Inal Siregar, Sumardji mengungkap fakta mengejutkan. PSSI telah menawarkan banyak gubernur untuk menjadi tuan rumah kompetisi internasional kelompok usia.

Hasilnya? Nihil. “Saya sendiri yang minta tolong ke gubernur lain, tidak ada yang bersedia. Hanya Pak Bobby yang peduli,” tegasnya.

Kepedulian itu dibuktikan Sumut dengan sukses menggelar Piala Kemerdekaan 2025 dan dipercaya kembali sebagai tuan rumah Piala AFF U-19. Bagi Sumardji, ini adalah langkah nyata membangun ekosistem, bukan hanya mencetak pemain, tetapi juga wasit, penyelenggara, dan fasilitas.

Namun, visi Bobby Nasution melampaui urusan lapangan hijau. Ia melihat sepakbola sebagai katalis pertumbuhan ekonomi dan pengembangan SDM.

Baca Juga : Ribuan Suporter Timnas Nyanyikan Lagu Terima Kasih untuk Bobby Nasution di Stadion Utama Sumut

Melalui terobosan berani, Pemprov Sumut memberikan kewenangan kepada Dispora untuk mengelola aset secara mandiri via Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Targetnya ambisius: pada 2028, Dispora Sumut tidak lagi bergantung pada APBD.

“Kita akan membuat olahraga menjadi industri. Mereka akan mengelola aset sekitar Rp3,2 triliun secara mandiri, mendapat pendapatan, dan menyumbangkan PAD,” ujar Bobby optimistis.

Langkah ini menjadikan Sumut pelopor dalam tata kelola olahraga modern di Indonesia. Ketua PSSI Sumut terpilih, Arya Sinulingga, menegaskan sinergi dengan Pemprov berjalan luar biasa.

“Ke depan, kita harus lebih tegas membangun sepakbola Sumut,” ujarnya usai terpilih aklamasi untuk periode 2026–2030.

Dengan kombinasi kepemimpinan visioner dan dukungan nyata, Sumut bukan hanya sekadar tuan rumah, tetapi sedang membangun fondasi untuk menjadi kekuatan baru sepakbola Indonesia. Jika berhasil, model ini bisa menjadi cetak biru bagi daerah lain. Sebuah game changer yang layak ditunggu. (HEN)