Pemkab Simalungun Uji Kualitas Udara di 3 Wilayah,Langkah Penanganan Akan Ditentukan

363

SIMALUNGUN – Pemerintah Kabupaten Simalungun menguji kualitas udara di Raya, Parapat, dan Perdagangan menyusul laporan pencemaran udara akibat asap yang menyelimuti sejumlah kawasan. Hasil pengujian ini akan menjadi dasar pemerintah menentukan langkah penanganan berdasarkan kondisi di lapangan.

Pengujian dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Simalungun bekerja sama dengan PT Betajulu Laboratorium, Senin (19/10/2026). Pengambilan sampel berlangsung selama 24 jam untuk memperoleh data kualitas udara yang akurat.

 

Kepala DLH Simalungun, Daniel H Silalahi, mengatakan ketiga lokasi dipilih untuk mewakili karakteristik wilayah yang berbeda, mulai dari pusat pemerintahan, kawasan pariwisata hingga daerah dengan aktivitas perdagangan dan industri.

 

Raya merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Simalungun, sedangkan Parapat menjadi salah satu kawasan wisata andalan Danau Toba. Sementara itu, Perdagangan dipilih karena aktivitas perdagangan, industri, serta lokasinya di sekitar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei.

 

“Pemilihan ketiga lokasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang menyeluruh mengenai kondisi kualitas udara di wilayah pusat pemerintahan, kawasan pariwisata, serta kawasan dengan aktivitas industri dan ekonomi,” ujar Daniel di Pamatang Raya.

Baca Juga; Kabut Asap Memburuk, Pemko Medan Liburkan Sekolah Tatap Muka hingga 21 Oktober

 

Sampel udara yang telah dikumpulkan selanjutnya dibawa ke laboratorium untuk dianalisis. Hasil lengkap pengujian diperkirakan tersedia sekitar tiga hari kerja setelah pengambilan sampel selesai.

 

Menurut Daniel, hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi bahan evaluasi kondisi kualitas udara sekaligus dasar penyusunan rekomendasi kebijakan dan langkah penanganan yang sesuai dengan fakta di lapangan.

 

Pengujian dilakukan bersama PT Betajulu Laboratorium, yang disebut telah terakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN) dan teregistrasi di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

 

Sementara itu, Bupati Simalungun, Anton Achmad Saragih, mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kondisi udara dan mengutamakan kesehatan selama asap masih terlihat di lingkungan sekitar.

 

“Keselamatan dan kesehatan masyarakat adalah prioritas utama. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, menjaga kesehatan, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak, terutama ketika kondisi udara terlihat berasap atau berdebu,” ujarnya.

 

Masyarakat juga diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan jika udara berasap atau berdebu, membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan, serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami keluhan pernapasan.

 

Pemkab Simalungun menyatakan akan terus memantau perkembangan kondisi udara dan menyampaikan hasil pengujian beserta langkah penanganan selanjutnya setelah hasil laboratorium tersedia.

 

Hingga hasil pengujian keluar, tingkat pencemaran udara di ketiga lokasi tersebut belum dapat dipastikan secara ilmiah. (RS)