Sempat Tertinggal 0-2, Liverpool Balikkan Anfield Jadi Panggung Mac Allister

380

MEDAN – Liverpool mengubah malam yang sempat menegangkan di Anfield menjadi pesta kemenangan setelah menundukkan Villarreal 4-3 pada matchday ketiga fase liga Liga Champions 2026/2027, Rabu (21/10/2026) dini hari WIB. Alexis Mac Allister mencetak dua gol, sedangkan Ronald Araujo dan Florian Wirtz melengkapi kebangkitan The Reds.

Liverpool sempat berada di bawah tekanan setelah Georges Mikautadze membawa Villarreal unggul pada menit ke-4 dan Sergi Cardona menggandakan keunggulan tim tamu pada menit ke-29. Namun, tuan rumah bangkit dengan mencetak empat gol sebelum Tani Oluwaseyi memperkecil ketertinggalan Villarreal pada menit ke-87.

Villarreal langsung mengejutkan publik Anfield ketika Mikautadze membuka skor pada menit ke-4. Penyerang tersebut memanfaatkan kesalahan Virgil van Dijk yang gagal mengantisipasi bola panjang dari Renato Veiga. Mikautadze menguasai bola sebelum menaklukkan kiper Alisson Becker untuk membawa tim tamu unggul 1-0.

Tekanan Villarreal berlanjut. Pada menit ke-29, Cardona menggandakan keunggulan menjadi 2-0 setelah menerima umpan hasil kombinasi Pape Gueye, Alberto Moleiro, dan Nathan Saliba. Bek kiri Villarreal itu berhasil menembus pertahanan Liverpool sebelum menuntaskan peluang dengan tembakan akurat.

Liverpool akhirnya memperkecil ketertinggalan pada menit ke-36. Mac Allister menyambut sepak pojok Kostas Tsimikas dengan sundulan keras yang mengarah ke sisi gawang tanpa mampu dihentikan kiper Péter Gulácsi. Gol tersebut membangkitkan kepercayaan diri tuan rumah.

Drama berlanjut pada masa tambahan waktu babak pertama. Rio Ngumoha mengirimkan umpan lambung ke tiang jauh setelah menguasai bola di sisi kiri serangan. Cardona gagal mengantisipasi bola dengan baik sehingga Ronald Araujo mendapat ruang untuk menyundulnya ke gawang. Skor berubah menjadi 2-2 pada menit ke-45+2.

Liverpool melakukan perubahan pada awal babak kedua dengan memasukkan Florian Wirtz menggantikan Araujo. Perubahan itu membuat Ryan Gravenberch bergeser ke posisi bek kanan, sementara Liverpool meningkatkan tekanan melalui pergerakan pemain sayap.

Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-65. Ngumoha menunjukkan kemampuan individunya dengan melewati Cardona dan pemain pengganti Juan Foyth di sisi kanan, lalu mengirimkan umpan tarik dari dekat garis akhir.

Mac Allister menyambut bola dengan tembakan keras yang membentur bagian bawah mistar sebelum masuk ke gawang. Liverpool berbalik unggul 3-2.

Tiga menit berselang, Wirtz memperlebar keunggulan menjadi 4-2. Pergerakan Tsimikas dan Cody Gakpo membuka ruang di dalam kotak penalti sebelum gelandang serang asal Jerman itu melepaskan tembakan kaki kiri ke sudut jauh gawang Gulácsi.

Villarreal belum menyerah. Pada menit ke-87, Oluwaseyi menyambut bola dengan tendangan voli untuk memperkecil skor menjadi 4-3. Gol tersebut membuat Liverpool kembali berada dalam tekanan pada menit-menit akhir, tetapi tuan rumah mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang.

Pelatih Liverpool, Andoni Iraola, menilai kemenangan tersebut sangat berarti karena timnya menghadapi lawan berkualitas. Ia mengakui Liverpool tampil lebih baik pada 30–35 menit pertama setelah Villarreal unggul 2-0, tetapi menilai timnya mampu mengubah permainan setelah jeda.

“Kami bermain jauh lebih baik pada babak kedua, terutama selama 30–35 menit sebelum gol keempat,” kata Iraola dalam konferensi pers seusai pertandingan, sebagaimana dikutip dari laman resmi Liverpool.

Iraola juga menyoroti karakter Mac Allister yang tetap tenang ketika Liverpool tertinggal dua gol. Menurutnya, gelandang Argentina itu memiliki pengalaman dan kemampuan untuk membantu tim mengendalikan permainan sekaligus mencetak gol penting.

Kemenangan ini membuat Liverpool mempertahankan catatan sempurna dengan tiga kemenangan dari tiga pertandingan fase liga Liga Champions. The Reds mencetak total 12 gol dalam tiga laga tersebut, sedangkan Villarreal harus menerima kekalahan setelah sempat unggul dua gol di Anfield. (RS)