Pemberdayaan FTA Tingkatkan Ekspor UMKM

MEDAN – Program kerjasama Free Trade Agreements (FTA) yang terjalin dengan beberapa negara sahabat diharapkan mampu mendorong peningkatan ekspor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Medan.

Walikota Medan, Bobby Nasution melalui Kepala Badan Riset Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Medan, Mansursyah juga mengungkapkan, program FTA ini juga mempermudah fasilitasi peningkatan daya saing produk ekspor melalui kemudahan perdagangan internasional antara dua atau lebih negara yang bekerja sama.

“Jika kita bisa memanfaatkan perjanjian kerjasama ini, maka produk UMKM yang kita ekspor bisa bersaing karena harga produk akan menjadi lebih kompetitif,” ungkapnya.

Dia juga menjelaskan, berbagai tantangan harus dihadapi pelaku UMKM yang berorientasi ekspor. Selain fluktuasi nilai mata uang dan hambatan tarif dan non tarif, biaya adaptasi produk maupun komunikasi atau promosi yang masih mahal menjadi masalah yang harus dihadapi dengan kegigihan.

Mansur menambahkan, salah satu misi Pemko Medan mewujudkan Medan sebagai kota perdagangan berstandar internasional dan salah satu sektor yang bisa diberdayakan adalah UMKM.

Data menunjukkan, rincinya, pada 2022 Medan memiliki 38.343 UMKM yang tersebar di 21 kecamatan. Kecamatan Medan Belawan menjadi penyumbang jumlah UMKM terbesar dengan angka mencapai 4.324 dan Medan Maimun paling sedikit dengan jumlah 773 saja. Data ini menunjukkan bahwa Kota Medan mempunyai potensi basis ekonomi yang cukup kuat karena jumlah UMKM yang cukup banyak dan daya serap tenaga kerja yang sangat besar.

“Agar UMKM bisa menjadi motor ekonomi rakyat dan menjadi salah satu tulang punggung perekonomian Indonesia, maka kita harus bisa terus berupaya memperkuat sektor UMKM dan terus menambah jumlah pelaku sektor UMKM,” ucapnya.

Pemerintah, tambahnya, telah mengambil beberapa kebijakan antara lain subsidi bunga pinjaman, restrukturisasi kredit, pemberian jaminan modal kerja, dan insentif perpajakan. Kebijakan ini diambil untuk bisa meningkatkan kemampuan keuangan yang menjadi permasalahan klasik UMKM.

“Kami berharap berbagai langkah strategis yang bisa kita rancang untuk bisa meningkatkan ekspor UMKM dari Kota Medan guna bisa menembus pasar internasional,” harapnya.(KM)