MEDAN – Tradisi memberi uang jajan kepada anak saat Idul Fitri menjadi momen yang paling ditunggu. Namun, tanpa pengelolaan yang tepat, uang tersebut kerap habis tanpa manfaat.
Orang tua diimbau untuk mengarahkan anak agar menjadikan jajan Lebaran sebagai sarana belajar keuangan sejak dini, bukan sekadar dihabiskan untuk konsumsi sesaat.
Langkah pertama adalah mengajarkan anak membagi uang ke dalam beberapa pos, seperti tabungan, sedekah, dan kebutuhan pribadi.
Cara ini membantu anak memahami pentingnya perencanaan keuangan.
Selain itu, orang tua perlu mendampingi anak dalam menentukan prioritas penggunaan uang.
Baca Juga: Harukan Hati, GIS Medan Ajak 50 Anak Yatim Belanja Baju Lebaran di Mal
Hindari kebiasaan membeli barang yang tidak diperlukan hanya karena keinginan sesaat.
Mengajarkan sedekah juga menjadi nilai penting. Sebagian uang jajan dapat disisihkan untuk membantu sesama, sehingga anak belajar tentang empati dan kepedulian sosial sejak dini.
Tak kalah penting, dorong anak untuk menabung. Uang jajan Lebaran bisa menjadi awal kebiasaan menabung untuk tujuan yang lebih besar, seperti pendidikan atau kebutuhan masa depan.
Dosen Ilmu Pendidikan dari Unimed, Sari menilai, momen Idul Fitri adalah waktu yang tepat untuk membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab anak terhadap uang.
Dengan pengelolaan yang tepat, jajan Lebaran tidak hanya menjadi kebahagiaan sesaat, tetapi juga membawa nilai berkah dan manfaat jangka panjang. (RS)