TEHERAN – Iran meluncurkan serangan balasan terhadap pangkalan militer AS terbesar di Asia Barat, Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, pada hari Senin. Serangan ini menembakkan jumlah rudal yang setara dengan yang digunakan AS dalam serangan terhadap fasilitas nuklir Iran akhir pekan lalu.
Pernyataan resmi Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyebut aksi ini sebagai respons langsung atas agresi Washington.
Iran Ancam Target Lebih Banyak Pangkalan AS
Dalam pernyataan terpisah, Angkatan Bersenjata Iran memperingatkan akan menyerang lebih banyak target AS jika Washington terus melakukan provokasi.
“Setiap serangan lanjutan oleh AS hanya akan mempercepat kehancuran dominasi militer mereka di kawasan ini dan memaksa mereka mundur dari Asia Barat,” tegas pernyataan tersebut.
Iran juga menegaskan komitmennya untuk mendukung perjuangan melawan “rezim Zionis”, yang mereka sebut sebagai “tumor ganas” di Timur Tengah.
Pemicu: Serangan AS ke Situs Nuklir Iran
Eskalasi ini dipicu oleh serangan udara AS yang diperintahkan Presiden Donald Trump pada Minggu dini hari, yang menargetkan tiga lokasi nuklir Iran. Para analis sebelumnya telah memperingatkan bahwa serangan semacam ini bisa memicu konflik regional yang lebih luas.
Selain membalas AS, Iran juga terus melancarkan serangan rudal dan drone ke wilayah pendudukan sebagai balasan atas serangan udara sejak 13 Juni. Menurut laporan, lebih dari 400 warga sipil Iran tewas dan 2.000 lainnya luka-luka. Media Israel melaporkan kerusakan parah di sejumlah permukiman mereka.
Mengapa Pangkalan Al Udeid Jadi Sasaran?
Pangkalan Udara Al Udeid, terletak di barat daya Doha, Qatar, merupakan pusat operasi militer AS terpenting di Asia Barat. Berfungsi sebagai markas Komando Pusat AS (CENTCOM) dan Pusat Operasi Udara Gabungan (CAOC), pangkalan ini memegang peran kunci dalam strategi pertahanan Amerika di Timur Tengah.
Meski demikian, diperkirakan pangkalan tersebut telah dievakuasi sebelum serangan Iran. Para ahli militer meyakini Iran memiliki kemampuan untuk menyerang 18 pangkalan AS lainnya di kawasan ini jika konflik terus meluas.
Apa Dampaknya?
– Eskalasi ketegangan AS-Iran yang berpotensi memicu perang terbuka.
– Ancaman terhadap stabilitas kawasan, termasuk lalu lintas perdagangan dan keamanan energi global.
– Respons internasional dari PBB dan negara-negara Arab masih dinantikan. (Tehrantimes.com)