MEDAN – Pernah nggak sih, lo nongkrong di luar bareng teman-teman, tiba-tiba nyamuk pada ngambek cuma ke lo doang?
Sementara teman di samping lo santai-santai aja tanpa satu pun gigitan. Tenang, lo bukan satu-satunya. Fenomena ini dikenal sebagai “magnet nyamuk” dan ternyata, ada penjelasan ilmiah di baliknya.
Salah satu faktor yang paling banyak diteliti adalah golongan darah O. Pertanyaannya: ini cuma mitos urban atau beneran ada dasarnya? Jawabannya: ini nyata, tapi bukan satu-satunya alasan.
Sejumlah penelitian ilmiah mengonfirmasi bahwa nyamuk memang pilih-pilih inang. Dalam studi terkontrol yang dipublikasikan di Journal of Medical Entomology, nyamuk mendarat pada orang bergolongan darah O hampir dua kali lebih sering dibandingkan mereka yang bergolongan darah A.
Bahkan, penelitian lain mengungkap bahwa sekitar 83% nyamuk lebih memilih darah O dibanding golongan darah lain, dengan golongan B di urutan kedua dan AB yang paling jarang diserang.
Baca Juga : Nias Selatan Darurat Wabah DBD dan Malaria, Sudah 8 Orang Meninggal Dunia
Tapi tunggu dulu ini bukan soal “rasa” darahnya, melainkan soal sinyal kimia yang dipancarkan tubuh lo.
4 Alasan Ilmiah Kenapa O Jadi Incaran Utama
1. Lo adalah “Secretor” (dan 80% manusia juga!)
Sekitar 80% manusia adalah secretor—artinya mereka mengeluarkan antigen golongan darah melalui keringat dan cairan tubuh lainnya.
Nah, pemilik golongan darah O memproduksi antigen H, yaitu prekursor dari antigen A dan B. Molekul gula inilah yang terdeteksi oleh nyamuk dari jarak jauh dan langsung membuat mereka “nge-gas” ke arah lo.
Studi menunjukkan bahwa pada secretor bergolongan darah O, tingkat pendaratan nyamuk mencapai 83,3%—jauh lebih tinggi dibanding secretor A yang hanya 46,5%.
2. Aroma Khas yang Nggak Bisa Dipalsukan
Pemilik golongan darah O secara genetik cenderung menghasilkan asam laktat, asam urat, dan senyawa volatil dalam kadar lebih tinggi di permukaan kulit. Kombinasi ini menciptakan aroma tubuh khas yang sangat “menggugah selera” bagi nyamuk betina.
3. CO₂: Sinyal Utama yang Nggak Bisa Disembunyikan
Nyamuk bisa mendeteksi karbon dioksida dari jarak hingga puluhan meter. Orang dengan metabolisme tinggi—karena faktor genetik, setelah olahraga, atau bertubuh lebih besar melepaskan CO₂ lebih banyak. Kombinasikan dengan golongan darah O, dan lo jadi “paket bundling” yang sulit ditolak nyamuk.
4. Sensor Panas yang Presisi
Nyamuk dilengkapi sensor termal untuk mendeteksi kehangatan darah di bawah kulit. Orang dengan suhu tubuh sedikit lebih hangat misalnya karena metabolisme aktif, sedang hamil, atau baru berolahraga lebih mudah dideteksi. Begitu mendarat, mereka langsung mencari titik dengan aliran darah terdekat ke permukaan kulit.
Tapi Ingat: Bukan Cuma Golongan Darah!
Prof. drh. Upik Kesumawati dari IPB University menegaskan bahwa meskipun ada kecenderungan, siapa pun bisa digigit nyamuk. Faktor lain yang nggak kalah penting:
· Warna pakaian gelap (hitam, merah, biru) lebih menarik perhatian nyamuk
· Bakteri kulit—semakin beragam mikrobioma kulit, semakin “harum” di hidung nyamuk
· Kehamilan—suhu tubuh lebih tinggi dan produksi CO₂ meningkat
· Konsumsi alkohol—meningkatkan suhu tubuh dan produksi CO₂.
Kalau lo pemilik golongan darah O, terimalah fakta bahwa tubuh lo secara alami memancarkan sinyal “all-you-can-eat buffet” bagi nyamuk. Tapi lo nggak harus pasrah:
1. Kenakan pakaian tertutup dan berwarna terang saat di luar ruangan
2. Oleskan losion antinyamuk berbahan DEET atau alami seperti citronella
3. Hindari aktivitas luar saat puncak aktivitas nyamuk (pagi dan senja)
4. Terapkan 3M Plus: menguras, menutup, mendaur ulang—plus memakai kelambu
Golongan darah O memang bukan mitos ada bukti ilmiah yang kuat di baliknya. Tapi ingat, nyamuk adalah makhluk kompleks dengan banyak “sensor” canggih.
Golongan darah hanyalah satu dari sekian banyak faktor. Jadi, daripada paranoid, lebih baik lindungi diri secara aktif dan tetap nikmati aktivitas luar ruangan dengan bijak! (Red)