Revenge Bedtime Procrastination/em>, Rela Begadang Demi Waktu Sendiri

MEDAN – Bagi sebagian orang, begadang bukan semata-mata karena pekerjaan menumpuk atau sulit memejamkan mata. Ada keinginan untuk menikmati waktu pribadi setelah seharian sibuk memenuhi tuntutan pekerjaan, kuliah, urusan rumah tangga, hingga tanggung jawab sosial. Kebiasaan ini dikenal sebagai revenge bedtime procrastination.

Istilah tersebut merujuk pada perilaku sengaja menunda waktu tidur meski tidak ada keharusan untuk tetap terjaga dan seseorang mengetahui bahwa kebiasaan itu bisa mengurangi waktu istirahatnya.

Kata revenge atau balas dendam menggambarkan upaya merebut kembali waktu yang terasa hilang sepanjang hari. Malam menjadi satu-satunya kesempatan untuk melakukan hal yang benar-benar diinginkan.

Fenomena ini mudah dikenali dalam rutinitas sehari-hari. Seseorang yang seharian bekerja mungkin memilih menonton serial hingga larut malam.

Ada pula yang terus membuka media sosial, bermain gim, membaca, atau mengobrol meski alarm pagi sudah disetel. Aktivitas tersebut sebenarnya tidak selalu bermasalah. Persoalan muncul ketika keinginan menikmati waktu pribadi terus mengorbankan kebutuhan tidur.

Salah satu pemicunya adalah minimnya waktu luang. Ketika sebagian besar hari dihabiskan untuk pekerjaan dan kewajiban, waktu malam terasa seperti kesempatan terakhir untuk menjadi diri sendiri tanpa tuntutan orang lain. Tidur pun dianggap sebagai sesuatu yang harus ditunda agar waktu pribadi tidak cepat berakhir.

Baca Juga; Ambivert: Bisa Berbaur, Bisa Tiba – tiba Menghilang dari Keramaian

Tekanan dan kelelahan mental juga dapat ikut berperan. Setelah menghadapi jadwal padat, seseorang mungkin mencari hiburan untuk mengalihkan pikiran dari persoalan sepanjang hari.

Namun, ketika kebiasaan ini berulang, keinginan beristirahat kerap kalah oleh dorongan mencari kesenangan sesaat.

Ponsel dan platform digital membuat kebiasaan tersebut semakin mudah terjadi. Konten yang terus tersedia mendorong seseorang bertahan lebih lama di depan layar.

Niat membuka media sosial selama lima menit bisa berubah menjadi satu jam tanpa disadari. Sebagian orang bahkan sudah berada di tempat tidur, tetapi terus menunda tidur karena merasa belum puas menikmati waktu untuk dirinya sendiri.

Masalahnya, waktu yang dicuri dari tidur tidak benar-benar gratis. Jika dilakukan berulang kali, kebiasaan ini dapat menyebabkan durasi tidur tidak mencukupi.

Dampaknya bisa terasa keesokan hari, mulai dari mengantuk, sulit berkonsentrasi, mudah tersinggung, hingga menurunnya kemampuan mengambil keputusan.

Aktivitas kerja, belajar, dan berkendara pun dapat terganggu ketika tubuh tidak memperoleh istirahat yang cukup.

Dalam jangka panjang, pola tidur yang terus berkurang dapat berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan.

Selain itu, kelelahan yang muncul pada siang hari berpotensi membuat seseorang semakin sulit mengatur aktivitas, sehingga pekerjaan tertunda dan waktu luang kembali tergerus. Malam berikutnya, ia mungkin mengulang kebiasaan yang sama untuk mendapatkan waktu pribadi yang terasa hilang.

 

Memutus siklus ini bukan berarti seseorang harus menghapus seluruh hiburan malam atau memaksa diri tidur tanpa jeda setelah bekerja. Yang perlu diubah adalah cara menyediakan waktu untuk diri sendiri.

Menyisihkan waktu istirahat dan hiburan sebelum larut malam dapat membantu kebutuhan pribadi tetap terpenuhi tanpa harus mengambil jatah tidur.

Menetapkan jam tidur yang realistis, membuat batas waktu penggunaan ponsel, serta membangun rutinitas malam yang menenangkan bisa menjadi langkah awal.

Jika jadwal harian terlalu padat, meninjau kembali pembagian waktu dan batas pekerjaan juga penting agar waktu pribadi tidak selalu bergantung pada sisa energi menjelang tengah malam.

Pada akhirnya, revenge bedtime procrastination memperlihatkan dilema sederhana: seseorang ingin menikmati hidupnya, tetapi justru mengorbankan kebutuhan tubuh untuk melakukannya.

Waktu untuk diri sendiri memang penting, tetapi istirahat bukan musuh yang harus dikalahkan. Sebab, malam yang terasa menyenangkan sesaat bisa dibayar dengan kelelahan sepanjang hari berikutnya. (RS)

#KitaMedan#kitamedandotcom