1 Tahun Bobby Nasution-Surya: Survei LIPDem Ungkap Kepuasan Publik Tertinggi di Sumut, Ini Faktanya!

MEDAN – Tepat satu tahun sejak dilantik pada 20 Februari 2025, kepemimpinan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, bersama wakilnya Surya, menuai pujian luas.

Berdasarkan survei terkini yang dirilis Lembaga Investigasi Pemilu dan Demokrasi (LIPDem) berkolaborasi dengan Jurnal Pemerintahan Medan, tingkat kepuasan publik terhadap pasangan ini mencapai angka yang impresif dan masuk dalam jajaran terbaik di tingkat nasional.

Survei yang dilakukan terhadap 800 responden yang tersebar di 33 kabupaten/kota se-Sumut selama tiga bulan terakhir mencatat, lebih dari 85 persen warga menyatakan puas dan sangat puas dengan kinerja pemerintahan Bobby Nasution-Surya. Angka ini terbilang fenomenal di tengah dinamika politik pasca-Pilkada.

Angka Kepuasan dan Pendorong Utama

Dari total responden, sebanyak 681 orang mengaku puas, sementara 96 responden (12 persen) menyatakan kurang puas, dan hanya sekitar 3 persen yang belum merasa puas.

Henry Sitorus, Direktur LIPDem, mengungkapkan bahwa tingginya angka ini tidak lepas dari persepsi publik terhadap percepatan pembangunan dan stabilitas ekonomi.

“Berdasarkan analisis kami terhadap pemberitaan digital dan percakapan di media sosial seperti Facebook, Instagram, YouTube, hingga TikTok, masyarakat menilai kepemimpinan Bobby Nasution sangat responsif, progresif, dan berorientasi pada akselerasi pembangunan daerah,” ujarnya.

Baca Juga : Gaya Kepemimpinan Bobby Nasution Dipuji Pengamat: Kunci Harmoni Buruh dan Pengusaha di Sumut

Sektor ekonomi menjadi salah satu bintang utama. Sinergi antara Pemprov Sumut dengan dunia usaha, khususnya Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumut, berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi provinsi hingga mencapai 7,2 persen. Kolaborasi ini dinilai mampu menciptakan iklim investasi yang kondusif pasca-pandemi.

Terobosan Infrastruktur dan Kesehatan

Di bidang infrastruktur, respons cepat pemerintah daerah saat bencana menjadi sorotan positif. Contoh nyata adalah perbaikan jembatan dan jalan di Desa Garoga yang rusak akibat banjir bandang.

Dalam waktu singkat, akses vital tersebut berhasil difungsikan kembali, memulihkan roda perekonomian warga.

Tak hanya infrastruktur fisik, sektor kesehatan juga mendapat perhatian serius. Pemerintah meluncurkan program beasiswa bagi calon dokter spesialis yang bersedia bertugas di daerah terpencil, seperti di kepulauan Nias Utara.

Langkah ini merupakan solusi jangka panjang untuk mengatasi krisis tenaga medis spesialis di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).

Puncaknya, pada 1 September 2025, Pemprov Sumut resmi meraih predikat Universal Health Coverage (UHC) Prioritas. Kini, lebih dari 15,6 juta jiwa atau 80 persen penduduk Sumut telah tercover layanan kesehatan gratis melalui fasilitas mitra BPJS Kesehatan. Ini adalah lompatan besar dalam jaminan sosial bagi masyarakat.

Kritik dan Respons Dinamis

Meski menuai pujian, publik juga menyoroti inflasi yang sempat menyentuh 5,32 persen di akhir 2025 akibat fluktuasi harga pangan dan emas.

Namun, tim ekonomi gubernur bergerak cepat dengan melibatkan petani dan pelaku usaha. Hasilnya, pada triwulan pertama 2026, inflasi Sumut berhasil ditekan menjadi 4,71 persen, lebih rendah dari inflasi nasional yang berada di angka 4,76 persen.

Sikap tegas dan kedekatan dengan rakyat juga menjadi nilai tambah. Saat banjir bandang dan longsor menerjang Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Sibolga, dan Mandailing Natal pada 25 November 2025, Bobby tak segan turun langsung ke lokasi.

Ia bahkan dilaporkan bermalam di tenda pengungsian untuk merasakan langsung kesulitan warga, sebuah gaya kepemimpinan yang langka di era digital ini.

Tegas dalam birokrasi juga ditunjukkan saat ia mengancam akan mencabut status Stadion Teladan sebagai calon tuan rumah Piala AFF U-19 2026 jika progres revitalisasi mangkrak. Sikap ini diapresiasi publik sebagai bentuk komitmen terhadap pembangunan dan prestasi olahraga.

Dinamika Internal

Mengenai adanya sejumlah staf yang mengundurkan diri, publik cenderung melihatnya sebagai konsekuensi logis dari ritme kerja yang sangat cepat.

“Responden kami melihat hal itu lebih disebabkan ketidakmampuan mengikuti irama program kerja gubernur yang memang sangat progresif,” pungkas Henry.

Dengan capaian ini, pasangan Bobby Nasution-Surya tidak hanya berhasil membangun infrastruktur, tetapi juga kepercayaan publik, membuktikan bahwa mereka adalah salah satu kepemimpinan daerah terbaik di Indonesia saat ini. (Rel)

#BeritaMedan#bobbynasution#EkonomiSumut#GubernurSumut#KinerjaDaerah#kitamedandotcom#LIPDem#PembangunanSumut#SumutMaju#SurveiKepuasan#UHC