100 Hari Kerja Rico-Zaki, Masih Minim Aksi Nyata?

MEDAN – Pemerintahan Wali Kota Medan Rico Waas dan Wakil Wali Kota Zakiyuddin (Zaki) telah memasuki 100 hari masa kerja. Namun, alih-alih mendapat apresiasi, duo pemimpin ini justru mendapat sorotan tajam dari DPRD Kota Medan karena dinilai minim gebrakan dan lebih banyak diisi seremoni ketimbang solusi nyata.

Belum Ada Arah Kerja yang Jelas
Syaiful Ramadhan (SR), Sekretaris Komisi I DPRD Medan dan Ketua Fraksi PKS, menyatakan keprihatinannya.

“Masih belum terlihat gebrakan konkret untuk menjawab persoalan mendesak di Medan,” tegasnya.

Menurut dia, tidak adanya rencana kerja resmi yang disampaikan ke publik membuat masyarakat kesulitan menilai kinerja pemimpin baru. “Tanpa target terukur, apa yang sudah dicapai dalam 100 hari ini?” tanyanya.

Seremoni vs Aksi Nyata
Pemerintahan Rico-Zaki dinilai masih terjebak dalam pola lama—banyak acara simbolis, tapi minim inovasi. Beberapa masalah krusial yang belum tertangani dengan baik:

✅ Pelayanan Publik Lamban – Belum ada terobosan digitalisasi birokrasi.
✅ Sampah & Banjir Masih Jadi Masalah – Penanganan masih reaktif, tanpa solusi jangka panjang.
✅ Respons Lambat Terhadap Aduan Warga – Prosedur berbelit-belit memicu kekecewaan.
✅ Posisi Strategis di Pemkot Masih Kosong – Berdampak pada layanan masyarakat.

“Medan untuk Semua” atau Sekadar Slogan?
Walikota Rico sering menggaungkan #MedanUntukSemua namun partisipasi masyarakat dalam perencanaan kebijakan masih minim.

“Kolaborasi harus dibuktikan dengan aksi, bukan hanya kata-kata,” kritik SR.

DPRD Akan Tingkatkan Pengawasan
DPRD Medan menegaskan akan memperketat pengawasan dan mendorong aksi nyata dari pemerintahan Rico-Zaki.

“100 hari pertama harus jadi fondasi, bukan masa adaptasi tanpa hasil,” tegas Syaiful Ramadhan. (FD)