1,2 Tahun Menanti, Akhirnya Kepala Dinas SDABMBK Medan Dilantik! Margaret MS: “Jangan Sampai Jabatan Strategis Ini Hanya karena Titipan”

MEDAN – Akhirnya, setelah penantian panjang selama 1,2 tahun, kursi Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan resmi terisi.

Walikota Medan, Rico Waas, melantik Khairul Azmi sebagai pejabat definitif di dinas yang bertanggung jawab terhadap banjir dan infrastruktur kota.

Kehadiran Khairul Azmi langsung disambut harapan besar. Bukan tanpa alasan posisi ini dinilai strategis karena menyangkut dua masalah klasik warga Medan banjir dan rusaknya jalan.

Bahkan, tak sedikit yang menyebut figur ini sebagai “super star” yang diharapkan mampu mengubah wajah Medan.

“Penantian panjang ini harus membuahkan hasil maksimal. Apalagi katanya, penetapan pejabat definitif di SDABMBK melalui seleksi ketat dan asesmen,” ujar Margaret MS, anggota Komisi I DPRD Medan dari fraksi PDI Perjuangan, kemarin.

Margaret mewakili Dapil 2 (Medan Utara) itu menyampaikan hal ini usai pelantikan Khairul Azmi di SDABMBK dan juga Kepala Dinas Perhubungan Medan yang baru. Baginya, dua pos ini sangat vital. Masa depan pembangunan Medan ada di tangan mereka.

Baca Juga : Masa Jabatan Plt Kadis SDABMBK Medan Melewati Batas, Kinerja Pemko Mulai Disorot

“Jabatan ini jangan sampai karena titipan. Harus murni karena kemampuan menjalankan visi-misi Walikota,” tegas Margaret.

Ia membeberkan prioritas utama yang harus digarap Kadis SDABMBK memaksimalkan perbaikan infrastruktur dan menyelesaikan masalah banjir yang kerap melumpuhkan aktivitas warga.

Sementara untuk Kadis Perhubungan, tantangannya adalah mengurai kemacetan dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir.

Margaret juga mengingatkan agar program pembangunan skala prioritas benar-benar mengakomodir aspirasi masyarakat. Termasuk yang disalurkan melalui fasilitas resmi DPRD Medan dalam sistem E Fokir.

Sayangnya, di balik euforia pelantikan ini, masih ada pekerjaan rumah besar. Kekosongan jabatan definitif di lingkungan Pemko Medan justru bertambah.

Pelantikan eselon II kali malah menyebabkan posisi Kepala Dinas Pendidikan Medan kosong. Belum lagi Dinas Kesehatan yang juga belum definitif.

“Pendidikan itu urusan penting, butuh inovasi. Jangan sampai kita menunggu satu tahun lagi untuk mengisi jabatan Kadis Pendidikan. Sama halnya dengan Kadis Kesehatan, harus segera diisi definitif,” sesal Margaret.

Harapan publik kini tertumpu pada langkah cepat Walikota Rico Waas. Rakyat Medan tak ingin lagi mendengar alasan “kekosongan pimpinan” ketika banjir datang atau sekolah-sekolah butuh terobosan. Saatnya aksi nyata, bukan sekadar titipan nama. (FD)

#JabatanDefinitifMedan#kitamedandotcom#MargaretMS#MedanBebasBanjir#OPDMedan#RicoWaas