MEDAN – Akhir pekan ini, Lapangan Merdeka Medan bukan hanya menjadi pusat kreativitas digital, tetapi juga pusat kemudahan membayar pajak.
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan kembali menghadirkan Pojok Pajak Bumi dan Bangunan (Pojok PBB) di tengah hiruk-pikuk Medan DigiFest 2026 yang berlangsung, Sabtu-Minggu, 22–23 Agustus 2026.
Ini bukan sekadar stan pajak biasa. Bayangkan, masyarakat bisa membayar PBB tanpa antre panjang cukup dengan scan QRIS lewat dompet digital atau mobile banking.
Buat yang masih suka cara konvensional, pembayaran tunai juga tetap tersedia. Lebih menarik lagi, setiap transaksi pakai QRIS berkesempatan dapat hadiah minyak goreng (syarat & ketentuan berlaku).
“Kami ingin memastikan pelayanan pajak semakin mudah, cepat dan dekat dengan masyarakat,” ujar Kepala Bapenda Kota Medan, M. Agha Novrian.
Kabar baik buat wajib pajak yang memiliki tunggakan. Selama Medan DigiFest 2026 berlangsung, Bapenda Medan memberlakukan program spesial penghapusan denda PBB. Ini momentum emas bagi masyarakat yang masih menunggak untuk melunasi kewajiban tanpa beban denda.
“Kami mengajak masyarakat Kota Medan memanfaatkan kesempatan ini. Pajak yang dibayarkan masyarakat pada akhirnya akan kembali dalam bentuk pembangunan dan pelayanan publik,” jelas Agha.
Sejak pertama kali diluncurkan April 2026, Pojok PBB telah membukukan penerimaan Rp893.589.828 dari 495 transaksi di Car Free Day (CFD) Lapangan Merdeka hingga Juli 2026.
Kini layanan jemput bola ini hadir di ajang yang lebih besar. Medan DigiFest 2026 sendiri merupakan rangkaian Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026 yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara.
Acara ini menghadirkan workshop, talkshow, kompetisi, dan berbagai kegiatan kreatif yang melibatkan pemerintah daerah, perbankan, UMKM, komunitas, hingga generasi muda.
“Digitalisasi bukan hanya tentang teknologi, tetapi bagaimana teknologi tersebut memberikan kemudahan bagi masyarakat. Kami terus mendorong pembayaran pajak secara digital agar lebih praktis dan transparan,” tegas Agha.
Langkah Bapenda Medan ini sejalan dengan arahan Menteri Dalam Negeri yang mendorong inovasi digitalisasi pembayaran pajak daerah guna memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dengan target penerimaan PBB Kota Medan 2026 mencapai Rp952 miliar, inovasi seperti Pojok PBB menjadi kunci untuk mendekatkan layanan ke masyarakat sekaligus mendongkrak kepatuhan pajak.
“Silahkan datang ke Lapangan Merdeka pada 22–23 Agustus. Manfaatkan Pojok PBB, selesaikan kewajiban pajaknya, dan nikmati berbagai rangkaian kegiatan Medan DigiFest. Pajak Anda, Bangun Medan, karena Medan untuk Semua,” pungkas Agha. (Rel)