BRT Mebidang, Cara Pemko Medan Dorong Masyarakat Gunakan Kendaraan Umum

MEDAN – Wali Kota Medan, Bobby Nasution mengungkapkan, Bus Rapid Transit (BRT) Medan Binjai dan Deli Serdang (Mebidang) merupakan proyek Kementrian Perhubungan sejalan dengan keinginan Pemko Medan mendorong masyarakatnya beralih (shifting) dari menggunakan kendaraan pribadi ke kendaraan umum.

Peralihan penggunaan kendaraan pribadi menjadi kendaraan umum harus diikuti perbaikan fasilitas, baik itu fasilitas bus maupun jalur harus semakin luas. Dengan demikian saat masyarakat menggunakan bus tidak ada lagi keluhan.

Dijelaskanya, penduduk Kota Medan di malam hari kurang lebih 2,5 juta jiwa. Sedangkan pagi hingga sore hari bisa mencapai 5 juta jiwa. Hal ini akibat banyak warga dari sekitaran Kota Medan yang melakukan kegiatan ekonomi disini. Terlebih Medan merupakan ibukota Provinsi Sumatera Utara. Sehingga mobilitas masyarakat di Kota Medan sangat tinggi.

“Dengan adanya akses transportasi yang baik, tentunya tidak hanya mempermudah akses masyarakat di Kota Medan saja, tapi juga seputaran Kota Medan (Mebidang). Oleh karenanya, meskipun program proyek BRT Mebidang ini dikembangkan pertama kali di Medan, tapi juga mensupport kabupaten dan kota lainnya,” tegasnya.

Untuk mendukung proyek BRT Mebidang perlu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat secara terus menerus. Sebab, tujuan dari pembangunan BRT Mebidang adalah bagaimana masyarakat yang selama ini menggunakan kendaraan pribadi dapat beralih ke kendaraan umum.

“Ada beberapa pembangunan infrastruktur yang kita lakukan saat ini, seperti pelebaran pedestrian jalan dan perbaikan infrastruktur dari kendaraannya untuk mensupporting agar masyarakat dapat beralih dari menggunakan kendaraan pribadi ke kendaraan umum,” paparnya.

Dia menambahkan, Pemko Medan juga akan terus melakukan perbaikan guna mendukung proyek BRT Mebidang, termasuk trayek yang masih terbatas, konektivitas dari jalan utama ke jalan arteri masih kurang. Selain itu, jarak halte ke pusat perkantoran maupun kegiatan ekonomi masih jauh bagi pejalan kaki.

“Makanya kerjanya tidak boleh sepenggal-sepenggal. Kendaraan umum kita massifkan kegiatannya dan infrastrukturnya harus kita buat untuk mensupport masyarakat. Sehingga mau beralih menggunakan kendaraan umum,” jelasnya.

Dirinya optimis bus yang disediakan Kemenhub dapat menjadi alternatif bagi masyarakat untuk tidak lagi menggunakan kendaraan pribadi. Apalagi nanti akan ada penggunaan 30 persen kendaraan listrik. Sehingga bisa menekan kost. “Mudah-mudahan penggunaan kendaraan listrik ini dapat lebih hemat daripada menggunakan BBM,” pungkasnya.(KM)

pemko medan