Bukan Cuma Razia! Satres Narkoba Polrestabes Medan Gencar Edukasi Preemtif, Selamatkan Generasi Muda dari Darurat Narkoba

MEDAN – Darurat narkoba di Indonesia bukan sekadar slogan. Di Kota Medan, peredaran gelap narkotika telah bertransformasi drastis. Tak hanya sabu dan ganja, kini narkoba menyusup lewat rokok elektrik (vape) yang digemari anak muda.

Menghadapi situasi ini, Sat Res Narkoba Polrestabes Medan tidak hanya mengandalkan penindakan keras. Mereka justru mengedepankan upaya preemtif langkah pencegahan sebelum kejahatan terjadi sebagai tameng utama generasi penerus bangsa.

Kasat Res Narkoba Polrestabes Medan, Kompol Rafli Yusuf Nugraha, SH, SIK, MIP, menyampaikan hal itu saat menjadi narasumber dalam program Oase Iman di TVRI Jalan Putri Hijau, Medan, Jumat (8/5/26).

Baca Juga : Gudang Vape Berisi Narkoba di Apartemen Medan Digerebek Polisi, 2 Pria Diamankan + 294 Pcs Ice Biru dan 74 Happy Five

Mengusung tema “Menguatkan Iman Generasi untuk Kuat dan Menolak Narkoba”, acara ini menyedot perhatian lebih dari 100 ibu-ibu dari berbagai pengajian.

“Mari sama-sama kita perangi narkoba. Ibu-ibu di sini, awasi anaknya. Transformasi narkoba sekarang super cepat, targetnya jelas merusak generasi bangsa. Pencegahan dimulai dari lingkungan rumah,” seru Kompol Rafli di depan peserta.

Sesi tanya jawab berlangsung panas. Para ibu terkejut mengetahui bahwa narkoba zaman now bukan lagi bungkusan plastik mencurigakan.

Bisa berbentuk liquid rokok elektrik, permen, bahkan kue kering. Pengguna mayoritas adalah remaja dan pemuda yang sehari-hari terlihat “gaul” dengan vape.

Tak hanya itu, Polrestabes Medan memiliki program andalan bernama GSN (Gerebek Sarang Narkoba). Program ini menyasar perkampungan yang menjadi basis peredaran gelap.

Namun, kendala di lapangan cukup ironis: tidak jarang warga justru menghalangi petugas dan melindungi bandar.

“Kami sering kesulitan, bahkan mendapat perlawanan. Harapan saya, ibu-ibu yang hadir di sini bisa membantu kami. Ketika ada gerebek di kampung kalian, dukung polisi, jangan lindungi bandar. Karena bandar inilah yang meracuni anak-anak sendiri,” tegasnya.

Di sisi penindakan, Satres Narkoba Polrestabes Medan juga bergerak tanpa ampun. Dalam beberapa pengungkapan terakhir, mereka berhasil menyita 80 kg sabu, 50 kg sabu, 50.000 butir pil ekstasi, serta menggerebek apartemen yang dijadikan gudang ratusan vape narkoba.

Bahkan, sindikat internasional ikut dibongkar. Tim harus terbang hingga ke Aceh untuk memutus mata rantai pasokan.

“Kami butuh kerja sama seluruh masyarakat. Kalau bukan kita yang melindungi generasi, siapa lagi?” pungkas Kompol Rafli.

Program Oase Iman juga menghadirkan narasumber lain, Alustad Dr. Drs. H. Amhar Nasution, MA. Kesimpulannya: iman yang kuat adalah benteng utama.

Dipadu dengan peran aktif orang tua dan tegasnya aparat, Medan bisa bersih dari narkoba. Ayo, jadi garda terdepan di lingkunganmu sendiri! (FD)

#GenerasiBangsaTanpaNarkoba#GerebekSarangNarkoba#IbuPenjagaGenerasi#kitamedandotcom#polrestabesmedan#PreemtifCegahNarkoba#SatresNarkobaMedan#ViralMedan