MEDAN – Di tengah gemerlap pembangunan yang menyelimuti Kota Medan, ada satu kawasan yang seakan terlupakan dan tertinggal jauh dari hiruk-pikuk kemajuan metropolitan Kelurahan Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan.
Anggota DPRD Kota Medan, Binsar Simarmata, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas kondisi kelurahan yang menjadi lokasi Kebun Binatang Medan (Medan Zoo) ini.
“Kondisi wilayah Simalingkar B dan sekitarnya itu jauh tertinggal dari kelurahan lain di Kota Medan. Infrastrukturnya seperti jalan, drainase, dan lampu penerangan jalan umum (LPJU) tidak layak sebagaimana layaknya fasilitas umum perkotaan,” tegas politisi Partai Perindo itu kemarin.
Bukan sekadar rusak biasa, infrastruktur jalan sepanjang Jalan Pintu Air 4 hingga depan Medan Zoo kondisinya rusak parah dengan lubang menganga di mana-mana.
Bahu jalan pun ambles, lebih rendah dari badan jalan, mengancam keselamatan pengendara motor dan mobil. Bayangkan, setiap hari warga harus melewati jalan berlubang yang bisa menyebabkan kecelakaan kapan saja.
Tak hanya jalan, sistem drainase di permukiman warga pun memprihatinkan. Banyak di antaranya belum pernah dibangun sama sekali oleh Pemko Medan.
Akibatnya, saat hujan turun, genangan air dan banjir menjadi langganan tahunan yang meresahkan. Ini ironi di kota yang mengklaim diri sebagai metropolitan.
Fasilitas LPJU di Simalingkar B juga tak kalah memilukan. Baik di jalan umum maupun permukiman, banyak lampu penerangan dalam kondisi rusak dan mati.
Kawasan yang seharusnya terang benderang malah diselimuti kegelapan, meningkatkan risiko kriminalitas dan membahayakan aktivitas malam warga.
Binsar menantang Wali Kota Rico Waas untuk turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Simalingkar B. Ia mengingatkan bahwa di kelurahan ini terdapat Medan Zoo, salah satu aset berharga Pemko Medan yang dikelola PUD Pembangunan.
Jika akses dan infrastruktur menuju kebun binatang dibiarkan rusak, bagaimana wisatawan mau berkunjung? Ini ancaman serius bagi potensi pariwisata dan pendapatan daerah.
Binsar mendesak Wali Kota Rico Waas mengalokasikan anggaran memadai untuk membenahi infrastruktur Simalingkar B.
“Pak Wali Kota, sesekali berkunjunglah atau sidak ke Simalingkar B sekalian melihat kondisi Medan Zoo,” pintanya.
Legislator yang akrab dengan warga ini mengajak para kepala lingkungan (Kepling) lebih peka menyerap aspirasi, membawanya ke musrenbang kecamatan, dan memastikan keluhan masyarakat menjadi program prioritas.
Ini bukan sekadar soal jalan rusak, tapi soal keadilan pembangunan. Warga Simalingkar B berhak menikmati fasilitas layak sebagai warga Kota Medan.
Sudah saatnya Wali Kota Rico Waas menunjukkan kepemimpinan nyata dengan mengakhiri keterisolasian Simalingkar B dan mengangkat martabatnya setara kelurahan lain. (FD)