MEDAN – Di bawah kepemimpinan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution, geliat ekonomi provinsi ini menunjukkan tren positif yang mengesankan sepanjang 2025.
Fokus pada penguatan ekosistem ekonomi, mulai dari menciptakan iklim investasi yang progresif hingga mendongkrak daya saing UMKM, membuahkan hasil nyata.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut mengkonfirmasi kinerja gemilang ini. Pada Triwulan III 2025, ekonomi Sumut tumbuh 4,55% (year-on-year), dengan kontribusi tertinggi di Pulau Sumatera sebesar 23,58%. Ini bukti stabilitas aktivitas ekonomi yang terjaga.
Tak hanya pertumbuhan, indikator kesejahteraan rakyat juga membaik signifikan:
🔹 Pengangguran Turun: Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun dari 5,6% (2024) menjadi 5,32%.
🔹 Kemiskinan Menyusut: Persentase penduduk miskin berhasil ditekan menjadi 7,36%, melampaui target.
🔹 Ketimpangan Terkikis: Gini Ratio membaik ke 0,295, menunjukkan pemerataan ekonomi yang lebih baik.
🔹 Inflasi Terkendali: Berhasil ditekan dari 5,32% menjadi 3,96%, berkat strategi 4K Pemprov (Keterjangkauan, Ketersediaan, Kelancaran, Komunikasi).
Kunci keberhasilan lainnya adalah iklim investasi yang makin kondusif. Investasi di Sumut melonjak 25% dengan peningkatan jumlah investor mencapai 53,5%. Ini sinyal kuat kepercayaan dunia usaha di bawah kepemimpinan Bobby Nasution.
Di sisi riil, perhatian serius diberikan pada penguatan UMKM dan koperasi. Dari 6.100 Koperasi Desa Merah Putih, sebanyak 75,62% telah terdaftar dalam sistem digital, dan ratusan lahan telah diidentifikasi untuk pengembangan usaha.
Komitmen Gubernur Bobby Nasution jelas membangun ekonomi Sumut yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Semua capaian ini adalah fondasi kokoh untuk kesejahteraan yang lebih merata dan percepatan pembangunan di Sumatera Utara. (Rel)