Operasi KRYD Skala Besar: 280 Personel Gabungan Polrestabes Medan Gempur dan Bakar Barak Narkoba & Judi Jermal

MEDAN – Dini hari yang biasanya sunyi di kawasan Jermal, Kecamatan Percut Sei Tuan, berubah menjadi medan operasi raksasa. Senin (1/6/26), Tim Gabungan Polrestabes Medan mengerahkan 280 personel dalam patroli skala besar bersandi KRYD (Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan). Targetnya barak narkoba dan sarang judi yang selama ini meresahkan warga.

Bukan sekadar razia biasa, operasi ini digadang-gadang sebagai langkah preventif sekaligus represif untuk menekan angka kejahatan jalanan hingga ke akar-akarnya.

Personel dari berbagai satuan elite diterjunkan: Sat Reskrim, Sat Resnarkoba, Satlantas, Sat Samapta, Timsus JCS Polrestabes Medan, hingga Bantuan Kontrol Operasi (BKO) dari Sat Brimob Polda Sumut.

Mengapa Jermal menjadi sasaran utama? Menurut keterangan Kabag Ops Polrestabes Medan, AKBP Dhana Noer Kurniawan, SIK, MM, kawasan ini pernah “dibersihkan” beberapa bulan lalu. Namun belakangan muncul indikasi kuat bahwa peredaran narkoba dan praktik judi kembali mencoba bangkit.

“Kami ingin memastikan praktik serupa tidak terulang lagi. Jermal ini akan terus kami pantau 24 jam,” tegas Dhana.

Baca Juga : Gerebek Maut Polrestabes Medan: Sarang Narkoba & Judi Online di Jermal VII Digulung, 8 Orang Diringkus!

Yang membuat operasi ini viral adalah metode “gempur dan bakar” yang dilakukan tim. Saat menyisir lokasi, petugas menemukan sebuah bangunan kosong tertutup.

Kasat Resnarkoba Polrestabes Medan, Kompol Rafli Yusuf Nugraha, SH, SIK, MIP, mengungkapkan bahwa bangunan itu diduga akan disulap menjadi barak narkoba model baru.

“Dulu mereka berani beroperasi secara terbuka. Sekarang mereka berkamuflase di dalam bangunan kosong. Tapi kami tidak tertipu,” ujar Rafli didampingi Kanit 1 Satresnarkoba, AKP Ruspian, SH, MH.

Agar tidak ada lagi yang bisa digunakan untuk aktivitas haram, tim gabungan langsung menyita puluhan kursi dan meja dari dalam bangunan.

Barang bukti tersebut kemudian dihancurkan dan dibakar di tempat. Aksi pembakaran ini menjadi simbol bahwa polisi tidak memberi ruang sedikit pun bagi para bandar dan pecandu.

“Kami akan persempit ruang gerak narkoba di Jermal. Dari hulu sampai hilir akan kami kikis. Tidak ada ruang bagi pelaku narkoba di sini,” tegas Kompol Rafli dengan penuh penekanan.

Dengan total 280 personel yang disebar di sejumlah titik rawan, Polrestabes Medan mengirim pesan keras: Medan zero tolerance terhadap narkoba dan judi.

Operasi KRYD ini dijadwalkan akan berlangsung secara periodik, tidak hanya di Jermal tapi juga di seluruh wilayah hukum Polrestabes Medan.

Warga sekitar yang menyaksikan langsung aksi pembakaran itu mengaku lega. “Kami sudah resah bertahun-tahun. Semoga benar-benar bersih sekarang,” ujar salah seorang warga yang enggan disebut namanya.

Polisi mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika melihat kembali aktivitas mencurigakan. Keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) adalah tanggung jawab kita bersama. (FD)

#AntiJudi#GempurNarkoba#JermalBersih#kamtibmas#kitamedandotcom#MedanAman#OperasiKRYD#polrestabesmedan#ViralMedan