MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengajak mahasiswa dan generasi muda menjauhi jud1 online. Plt Kepala Dinas Kominfo Sumut, Porman Mahulae, menegaskan praktik tersebut merugikan secara ekonomi dan merusak masa depan.
Hal ini disampaikan dalam dialog publik bertema “Generasi Muda Sumut di Ujung Tanduk Akibat Judi Online” yang digelar DPD IMM Sumut.
Porman menekankan pentingnya literasi digital untuk mencegah penyalahgunaan internet. Ia mendorong mahasiswa menjadi agen perubahan dengan menyebarkan pemahaman bahaya jud 1online di lingkungan kampus dan masyarakat.
“Mahasiswa adalah aset bangsa yang harus dilindungi dari jeratan jud 1online,” tegasnya.
Pemprov Sumut berkomitmen memperluas edukasi bahaya jud1 online melalui kolaborasi dengan kampus dan organisasi pemuda. Porman menambahkan, teknologi digital harus dimanfaatkan untuk kegiatan produktif seperti wirausaha dan pengembangan diri, bukan untuk hal merugikan.
Sulidar dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumut mengingatkan pentingnya ketahanan spiritual sebagai benteng dari jud1 online. “Penguatan iman dan taqwa menjadi kunci agar generasi muda tidak terjerumus,” ujarnya.
Rahmat Taufiq Ketua DPD IMM Sumut, mendorong pemerintah melibatkan pemuda dalam kampanye anti-jud1 online. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis dalam menyebarkan kesadaran melalui media sosial dan komunitas.
Dialog ini juga menghadirkan narasumber dari Polda Sumut, praktisi hukum, dan akademisi. Mereka membahas aspek hukum, perlindungan konsumen, serta pendekatan edukatif untuk memerangi jud1 online.
Acara diikuti ratusan mahasiswa, menandai sinergi kuat antara pemerintah, kampus, dan pemuda dalam melindungi generasi muda Sumut. (FD)