MEDAN – Raut wajah serius namun penuh kehangatan tampak jelas di wajah Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, saat melangkah memasuki Masjid Al-Munawwarah di Jalan Teladan, Kecamatan Medan Kota, Senin (23/2/2026).
Mengenakan kemeja putih rapi dan peci hitam khasnya, orang nomor satu di Pemko Medan itu mengawali rangkaian Safari Ramadan perdana bersama jajaran Pemerintah Kota Medan dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Namun, di balik suasana khidmat ibadah Ramadan, Rico Waas justru melontarkan “kejutan” berupa pesan moral yang mengguncang ruang sidang hati para jamaah dan jajarannya. Bukan sekadar seremoni, safari perdana ini ia jadikan panggung refleksi kolektif.
Di hadapan ratusan jamaah yang memadati masjid, Rico Waas dengan lantang menegaskan bahwa pembangunan Kota Medan tidak boleh dimulai dari proyek fisik semata, melainkan harus bertolak dari “pembangunan batin” para pemimpin dan birokrasinya.
“Pembangunan Kota Medan harus dimulai dari dalam diri. Bukan untuk memperkaya diri!” tegas Rico Waas yang hadir didampingi sejumlah pimpinan perangkat daerah.
Pernyataan ini sontak menyita perhatian. Di tengah hiruk-pikuk politik dan godaan kekuasaan, peringatan keras dari Wali Kota kepada jajarannya ini menjadi tamparan sekaligus pencerahan.
Rico secara implisit mengingatkan bahwa integritas adalah harga mati. Tidak ada ruang bagi aparatur sipil negara (ASN) yang menjadikan proyek pembangunan sebagai ladang amplifikasi kepentingan pribadi atau kelompok.
“Jangan pernah ada niat untuk memperkaya diri dalam setiap program pembangunan. Kalau niat kita sudah benar, insyaallah berkahnya akan dirasakan seluruh masyarakat Medan,” imbuhnya dengan nada menggetarkan.
Optimisme di Tengah Tantangan
Meski tantangan pembangunan Kota Medan ke depan diakuinya cukup berat, Rico Waas tidak mau larut dalam pesimisme. Ia justru mengajak semua elemen untuk bahu-membahu mengikhtiarkan yang terbaik. Optimisme ini, menurutnya, bukan sekadar angan. Data dan fakta di lapangan mulai menunjukkan titik terang.
Rico Waas secara khusus mengapresiasi sinergitas luar biasa dengan unsur Forkopimda, terutama Kapolrestabes Medan, dalam memberantas narkoba dan menekan angka kriminalitas. Hasilnya? Masyarakat mulai merasakan dampak nyata.
“Alhamdulillah, sudah mulai terasa penurunan tindak kriminalitas. Kejahatan jalanan turun hingga 14 persen! Ini bukan angka kecil. Ini hasil kerja keras kita bersama,” ujar Rico dengan penuh syukur.
Baginya, keamanan dan kenyamanan adalah modal dasar utama untuk menggerakkan roda ekonomi. Tanpa rasa aman, sektor usaha tidak akan bergairah, investasi tidak akan masuk, dan lapangan kerja sulit tercipta.
“Banyak prestasi yang telah diraih karena kita bersama. Itulah semangat ‘Medan Untuk Semua dan Semua Untuk Medan’ ,” tambahnya disambut antusias jamaah.
Masjid Bukan Sekadar Tempat Salat
Tak hanya bicara birokrasi dan keamanan, Rico Waas juga menyoroti peran strategis masjid. Ia berharap Masjid Al-Munawwarah tidak hanya menjadi tempat salat lima waktu, melainkan menjelma menjadi pusat kegiatan keislaman yang berdampak luas, terutama bagi generasi muda.
“Masjid ini harus menjadi mercusuar kegiatan keislaman yang memiliki efek nyata bagi masyarakat. Jadikan masjid sebagai pusat pemberdayaan umat, pusat edukasi, dan pusat solusi atas problem sosial di sekitar kita,” pesannya.
Bantuan Nyata dan Pelayanan Publik Gratis
Safari Ramadan ini bukan hanya tentang pidato dan pesan moral. Pemko Medan membawa berkah nyata untuk jamaah dan masyarakat sekitar. Rico Waas menyerahkan langsung sejumlah bantuan, antara lain:
· Hibah Rp 50 juta untuk renovasi Masjid Al-Munawwarah.
· Bantuan sosial Rp 10 juta dan paket Ramadan untuk masyarakat kurang mampu.
· Bantuan akta pendirian Koperasi Masjid guna mendorong kemandirian ekonomi umat.
· 100 polybag bibit cabai sebagai bentuk dukungan ketahanan pangan dan gerakan menanam.
· Satu set meja tenis, satu set buku, dan rak buku untuk memfasilitasi kegiatan olahraga dan literasi di lingkungan masjid.
· Santunan hangat untuk anak-anak yatim piatu.
Fitur Paling Viral: Layanan Publik Gratis!
Yang membuat safari kali ini berbeda dan menarik perhatian warga adalah hadirnya pelayanan publik gratis di lokasi! Pemko Medan membuka booth khusus yang menyediakan:
1. Pelayanan Kesehatan: Pengobatan gratis dan cek kesehatan dasar bagi jamaah dan warga sekitar.
2. Pelayanan Administrasi Kependudukan: Pembuatan dan pencetakan KTP, KK, dan akta kelahiran secara instan.
3. Pelayanan Pengajuan Izin Usaha: Konsultasi dan pemrosesan cepat perizinan bagi pelaku UMKM.
“Ini luar biasa, Pak Wali! Saya bisa buat KTP baru sambil nunggu buka puasa. Terima kasih Pemko Medan!” ujar salah seorang warga dengan mata berbinar.
Kegiatan yang dimulai dengan tausiah menyentuh hati ini kemudian dilanjutkan dengan salat Magrib berjamaah dan buka puasa bersama. Suasana haru dan kebersamaan begitu kental terasa.
Safari Ramadan perdana Rico Waas ini menjadi bukti bahwa pembangunan sejati adalah yang menyentuh hati, membangun integritas, dan melayani rakyat dengan tulus. Bukan sekadar proyek, tapi keberkahan untuk semua. (Rel)