Satu Tahun Bobby-Surya Memimpin Sumut: Tangguh di Tengah Bencana, Cetak 6 Prestasi Gemilang

MEDAN – Genap satu tahun sudah Muhammad Bobby Afif Nasution dan H. Surya memimpin Provinsi Sumatera Utara.

Dilantik langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025, pasangan yang dikenal dengan jargon “Bobby-Surya” ini tidak hanya mencatatkan diri sebagai Gubernur termuda se-Indonesia, tetapi juga membuktikan ketangguhan kepemimpinan di tengah ujian berat.

Dalam kurun waktu satu tahun, berbagai bencana alam menerjang, namun hal itu justru menjadi momentum bagi Bobby Nasution untuk menunjukkan gaya kepemimpinan yang responsif, humanis, dan solutif.

Pengalaman Bobby saat memimpin Kota Medan di era pandemi COVID-19 menjadi modal berharga. Saat itu, ia sukses menjalankan roda pemerintahan sambil menggerakkan sektor UMKM agar naik kelas.

Kini, tantangan serupa hadir dalam skala yang lebih besar. Pada November 2025, banjir bandang dan tanah longsor melanda sejumlah kabupaten di Sumut, tercatat sebagai bencana terparah dalam lima tahun terakhir.

Alih-alih gentar, Gubernur berusia 33 tahun ini langsung turun tangan dan melahirkan sejumlah gebrakan pascabencana yang patut diapresiasi.

1. Menindak Tegas Perusak Lingkungan

Bobby tidak tinggal diam saat mengetahui indikasi kerusakan lingkungan akibat aktivitas korporasi menjadi pemicu bencana. Ia bergerak cepat dengan merekomendasikan penutupan sejumlah perusahaan, termasuk PT Toba Pulp Lestari (TPL).

Rekomendasi ini membuahkan hasil; pada 11 Desember 2025, pemerintah pusat resmi menghentikan operasional perusahaan bubur kertas tersebut. Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemprov Sumut serius menjaga kelestarian alam.

2. Hunian Sementara dan Tetap untuk Penyintas

Tak hanya berhenti pada evakuasi, perhatian Bobby tertuju pada nasib warga yang kehilangan tempat tinggal. Program pembangunan 1.000 unit hunian tetap (huntap) pun dicanangkan.

Sebagai solusi cepat, hunian sementara (huntara) di Desa Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan, Tapanuli Selatan, telah resmi ditempati sejak 5 Februari 2026. Huntara ini melayani korban dari Tapsel, Tapteng, dan Taput, memberikan rasa aman sembari menunggu rampungnya huntap.

3. Gelontorkan Rp430 Miliar untuk Pemulihan

Komitmen pemulihan diperkuat dengan kebijakan fiskal yang progresif. Bobby mengalokasikan dana sebesar Rp430 miliar untuk percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Anggaran raksasa ini difokuskan pada lima bidang prioritas :

Baca Juga : Setahun Kepemimpinan Rico-Zaki: Mewujudkan “Medan Untuk Semua” dengan Solusi Nyata dan Sinergitas Kuat

· Infrastruktur: Rp275 miliar untuk perbaikan jalan, jembatan, tanggul, normalisasi sungai, dan rehabilitasi rumah warga.
· Bantuan ke Daerah: Rp110 miliar untuk memperkuat kapasitas fiskal kabupaten/kota terdampak.
· Pendidikan: Rp36,8 miliar untuk perbaikan fasilitas sekolah dan program beasiswa.
· Kesehatan: Rp6,9 miliar untuk layanan medis darurat dan pemulihan fasilitas kesehatan.
· Komunikasi dan Informatika: Rp1,68 miliar untuk memulihkan jaringan informasi di wilayah bencana.

“Kita akan lakukan pergeseran anggaran untuk pemulihan pascabencana. Di bidang pendidikan, anggaran kita bagi dua untuk infrastruktur sekolah dan SPP gratis di daerah bencana,” tegas Bobby dalam rapat koordinasi bersama Satgas Rehabilitasi Pascabencana beberapa waktu lalu.

4. Pendidikan Gratis bagi Korban Bencana

Memastikan masa depan generasi muda tidak terputus, Bobby mengeluarkan kebijakan strategis: pembebasan biaya pendidikan bagi siswa SMA, SMK, dan SLB di wilayah terdampak bencana untuk tahun ajaran 2026/2027. Program senilai Rp22 miliar ini diharapkan mampu meringankan beban mental dan finansial para penyintas.

5. UHC 100 Persen: Berobat Gratis Tanpa Ribet

Di tengah fokus penanganan bencana, Bobby tidak melupakan janji kampanyenya di bidang kesehatan. Sebelum dua tahun menjabat, ia telah merampungkan program Universal Health Coverage (UHC) atau berobat gratis bagi seluruh warga Sumut.

Cukup dengan menunjukkan KTP, masyarakat bisa mendapatkan layanan kesehatan di fasilitas umum tanpa kendala administrasi. “Pelayanan didahulukan, urusan administrasi belakangan,” pesan Bobby.

Berkat komitmennya, Pemprov Sumut meraih penghargaan UHC Award 2025 kategori Pratama dari pemerintah pusat.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, di Jakarta pada 27 Januari 2026.

6. Misi Besar: Membangun Kepulauan Nias

Tak hanya fokus pada pemulihan bencana, Bobby juga memiliki visi besar untuk pemerataan pembangunan, khususnya di Kepulauan Nias. Melalui kebijakan tematik “Nias Maju 2029”, Bobby mendorong spesialisasi pembangunan di tiga wilayah Gunungsitoli sebagai Hub Ekonomi dan Logistik, Nias Selatan sebagai Destinasi Wisata dan Budaya, serta wilayah lain sebagai zona produksi.

“Kami ingin Nias tidak lagi dipandang sebagai daerah tertinggal, tetapi menjadi daerah unggul yang berdaya saing global,” ujar Bobby.

Untuk mewujudkannya, tahun ini ia mengalokasikan anggaran Rp305 miliar, meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp250 miliar.

Anggaran tersebut difokuskan pada peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, konektivitas, serta penguatan ketahanan lokal.

Satu tahun kepemimpinan Bobby-Surya membuktikan bahwa krisis bukanlah penghalang untuk berprestasi. Di tengah guyuran bencana, lahirlah kebijakan-kebijakan progresif yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat.

Dari penegakan hukum lingkungan, pemulihan infrastruktur, jaminan kesehatan, hingga visi besar Nias Maju, semuanya dirangkai dalam satu narasi besar: pemimpin yang hadir, bekerja, dan menyejahterakan. Sumut semakin tangguh, dan perjalanan masih panjang menuju Indonesia Emas. (Rel)

#bobbynasution#GubernurSumut#KabarSumut #PemprovSumut#kitamedandotcom#NiasMaju#PemimpinMuda#SatuTahunBobbySurya#SumutBangkit#TangguhBencana#UHCSumut