MEDAN – Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Togap Simangunsong mengajak seluruh jajaran Dinas Pendidikan Sumut terus menggencarkan sosialisasi kebijakan lima hari belajar di sekolah. Kebijakan ini memiliki efek ganda (multiplier effect) yang sangat positif.
Hal tersebut disampaikan Sekdaprov Sumut Togap Simangunsong saat mengadakan kunjungan dan bersilaturahmi dengan jajaran Dinas Pendidikan Sumut, di Aula Kantor Dinas Pendidikan, Jalan Cik Ditiro kemarin.
“Kebijakan lima hari belajar memiliki efek ganda yang sangat positif. Salah satunya terhadap pertumbuhan UMKM. Anak-anak punya waktu lebih bersama keluarga, orang tua bisa mengajak anak bermain dan berbelanja, yang pada akhirnya menggerakkan perekonomian sektor informal,” ujarnya.
Namun, Togap mengingatkan bahwa masih banyak masyarakat yang belum memahami secara menyeluruh maksud dan manfaat kebijakan ini.
Untuk itu, ia meminta para pejabat pendidikan, terutama Kepala Dinas dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se-Sumut, untuk terus melakukan sosialisasi yang berkelanjutan.
“Program ini harus terus disosialisasikan, banyak yang belum melihat dampak nyatanya. Padahal sektor UMKM dan pariwisata juga ikut terdampak positif,” jelasnya.
“Jangan sampai guru habis waktu hanya mengurus laporan, angka kredit, dan administrasi,” terang dia.
Kepala Dinas Pendidikan Sumut Alexander Sinulingga pada pertemuan tersebut, memaparkan sejumlah prioritas pembangunan pendidikan di Sumut, yang saat ini tengah dijalankan.
Fokus utama salah satunya diarahkan pada peningkatan Angka Partisipasi Murni (APM) dan pelaksanaan program wajib belajar 13 tahun. (Rel)