MEDAN – Baru-baru ini, jagat maya dihebohkan oleh sebuah video yang memperlihatkan sekelompok komunitas lari sedang asyik berlari-lari ria di area lapangan Stadion Teladan, Medan.
Cuplikan yang tersebar luas di platform X (Twitter) dan TikTok itu sontak memicu gelombang kritik. Pasalnya, stadion kebanggaan masyarakat Kota Medan tersebut sedang dalam masa persiapan final untuk menjadi salah satu venue resmi Piala AFF U-19 2026, yang kick off-nya hanya tinggal hitungan hari, tepatnya 1 Juni mendatang.
Aksi komunitas lari yang diduga bernama @bunbunrunningclub (disebut dalam komentar warganet) ini langsung dianggap sebagai bentuk kecerobohan.
Bagaimana tidak, setelah sekian lama dinanti, kondisi rumput Stadion Teladan baru saja selesai dibenahi secara total.
Dengan adanya aktivitas lari di tengah lapangan bukan di lintasan atletik dikhawatirkan akan merusak kualitas rumput yang harus steril dan prima demi menggelar turnamen sepak bola bergengsi se-Asia Tenggara.
Reaksi keras pun membanjiri kolom komentar. Bahkan, Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, ikut angkat bicara lewat akun pribadinya @bobbynst.
Beliau menulis singkat namun sarat makna: “Wow, ampun sekali liatnya,” disertai emoji berpikir (🤔). Komentar itu sontak disukai ribuan warganet yang juga merasa prihatin.
Tak hanya itu, beragam sindiran pedas pun dilontarkan. Akun @jeffrywein menulis dengan nada sinis, “Menyalakelenya!!! @bunbunrunningclub.”
Sementara itu, @hendi_ramadhani12 menambahkan komentar sindiran tajam: “Uang berbicara di sini,” lengkap dengan emoji tertawa miring 😏.
Warganet juga menyoroti lemahnya pengawasan dari Pemko Medan yang disebut-sebut memberikan izin penggunaan lapangan untuk kegiatan olahraga non-sepak bola di momen yang sangat krusial.
“Lapangan stadion yang harusnya dalam masa karantina demi rumput tumbuh sempurna, malah jadi tempat lari pagi. Olahraga lari memang sehat, tapi tempatnya harus tepat. Jangan di tengah lapangan yang baru di-renovasi untuk laga internasional,” tulis salah satu akun viral lainnya.
Kini, publik menunggu langkah tegas dari panitia pelaksana AFF U-19 dan Pemko Medan. Apakah komunitas lari tersebut akan dikenakan sanksi?
Dan apakah rumput Stadion Teladan masih layak digunakan dalam 2 minggu ke depan? Satu yang pasti, insiden ini menjadi alarm penting bahwa perlindungan terhadap venue olahraga kelas internasional harus lebih ketat.
Menurutmu, apakah izin seperti ini seharusnya diberikan? Atau justru bentuk kelalaian? Tulis pendapatmu di kolom komentar! (FD)