Tes Urine Camat dan Lurah di Medan: Langkah Tegas Rico Waas Cegah Penyimpangan ASN

MEDAN – Wali Kota Medan, Rico Waas, menunjukkan komitmen kuat dalam memberantas penyalahgunaan narkoba dan perilaku menyimpang di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Dengan menggelar tes urine bagi 21 camat dan 151 lurah di seluruh Kota Medan, Rico Waas tidak hanya bertindak tegas, tetapi juga memberikan sinyal kuat bahwa pelayanan publik harus bersih dari penyimpangan.

Hasil tes yang diumumkan secara terbuka ini menjadi sorotan publik dan langkah konkret untuk menjaga integritas ASN.

Pengamat Sosial dan pemerintahan, Dr. Arifin Saleh Siregar memuji kebijakan ini sebagai terobosan progresif.

“Langkah ini sangat strategis karena ASN adalah ujung tombak pelayanan publik. Tes urine ini bukan hanya soal narkoba, tetapi juga menegaskan pentingnya perilaku teladan bagi masyarakat,” ujar Dekan FISIP UMSU pada Selasa (3/6/2025) di Medan.

Hasil Tes Urine dan Tindakan Tegas
Dalam konferensi pers bersama Kepala BNN Provinsi Sumut, Brigjen. Pol. Toga Panjaitan, Rico Waas mengungkapkan hasil tes urine yang dilakukan pada Sabtu (26/4/2025) di Rumah Dinas Wali Kota. Empat pejabat kewilayahan, yaitu Camat Medan Barat (HS), Camat Medan Johor (AF), Lurah Gaharu (HSS), dan Lurah Petisah Hulu (EEL), terindikasi positif menggunakan narkotika jenis sabu, ekstasi, ganja, dan obat penenang.

Setelah asesmen mendalam oleh BNN Sumut selama dua minggu, keempatnya mengakui perbuatan mereka.

Pencegahan Lebih Lanjut: Razia Vape, Judi, dan Game Online
Arifin Saleh menyarankan agar pemeriksaan tidak berhenti pada tes urine camat dan lurah. Ia mendorong Wali Kota Medan untuk memperluas pengawasan ke pejabat eselon lainnya secara mendadak.

“Pemeriksaan tanpa pemberitahuan akan lebih efektif untuk mencegah manipulasi hasil,” tegasnya.

Selain itu, ia juga mengusulkan razia terhadap ASN atau tenaga honorer perempuan yang merokok, menggunakan vape, rokok elektrik, serta terlibat dalam judi dan game online.

“Perilaku ini tidak kalah berbahayanya dengan narkoba karena dapat merusak kesehatan dan citra pelayanan publik,” tambahnya.

Dampak Positif bagi Pelayanan Publik
Kebijakan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menciptakan ASN yang bersih, profesional, dan bebas dari perilaku menyimpang. Dengan pengawasan ketat, Rico Waas ingin memastikan bahwa pelayanan publik di Kota Medan tetap berkualitas dan terpercaya.

“ASN harus menjadi role model. Jika mereka terlibat dalam perilaku tidak terpuji, bagaimana masyarakat bisa mempercayai pemerintah?” ungkap Arifin.

Langkah ke Depan untuk Medan yang Lebih Baik
Inisiatif tes urine ini menjadi bukti nyata komitmen Rico Waas dalam menjaga integritas aparatur pemerintahan.

Bagi masyarakat Medan, kebijakan ini adalah harapan baru untuk pelayanan publik yang lebih bersih dan bermartabat. (FD)

#BNNSumut#CamatLurahMedan#KebijakanWaliKotaMedan#PelayananPublikMedan#PemberantasanNarkoba#PengawasanASN#PenyalahgunaanNarkoba#PerilakuMenyimpangASN#rico waas#TesUrineASNMedan