MEDAN – Muhammad Perdana Arif, alias Amar, warga Tanjung Balai, mendadak jadi sorotan setelah diduga melakukan penipuan terhadap Ahmad Akbar, warga Medan dengan total kerugian mencapai Rp15 juta.
Mengaku sebagai pengusaha sepatu thrifting, Amar berhasil memperdaya korban dengan cara yang terbilang licik. Kasus ini pun tengah diupayakan untuk dilaporkan ke pihak berwajib.
“Saya awalnya percaya, dia mengaku sebagai toke sepatu di Tanjung Balai. Tapi ternyata itu hanya akal-akalan,” ujar Akbar, Selasa (14/1/2025).
Menurut Akbar, insiden ini bermula saat dirinya hendak memulai bisnis sepatu pada Agustus 2024. Melihat unggahan di media sosial yang menampilkan Amar sebagai pedagang sepatu, ia mulai menjalin komunikasi. Segala penampilan Amar di medsos tampak meyakinkan, bahkan ia mengirimkan foto dan video gudang sepatunya.
“Sebelumnya, saya pernah membeli sepatu satuan dari dia. Jadi, saya pikir transaksi kali ini juga aman. Saya pun transfer Rp15 juta ke rekening pribadinya,” jelas Akbar.
Setelah pembayaran dilakukan, Amar meminta Akbar mengirimkan alamat pengiriman. Namun, hari demi hari berlalu, barang yang dijanjikan tak kunjung datang. Kecurigaan mulai muncul saat Amar terlihat gugup dan mulai memberikan berbagai alasan tak jelas.
“Saya tanya terus soal sepatu itu, tapi dia malah berkelit dan alasan terus. Dari situ saya sadar bahwa saya sudah ditipu,” ujar Akbar kecewa.
Upaya Akbar untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan juga menemui jalan buntu. Istri Amar, yang berperan sebagai admin dalam bisnis tersebut, sempat menjanjikan pengembalian uang pada Desember 2024. Namun hingga Januari 2025, janji itu hanya tinggal janji.
“Istrinya juga ikut bersubahat. Dia jadi admin dan menjanjikan uangnya akan dikembalikan. Tapi itu hanya janji palsu. Sekarang, semuanya tidak jelas lagi. Kami akan segera melaporkan mereka ke polisi,” tegas Akbar.(FD)