Wings Air Buka Rute Kualanamu–Madina: 80 Menit, Rp1,2 Juta, dan Revolusi Konektivitas Sumut!

DELI SERDANG — Sebuah babak baru konektivitas udara di Sumatera Utara resmi dimulai. Sabtu (1/8/2026), Wings Air maskapai berbiaya rendah andalan Lion Air Group secara resmi mengudarakan penerbangan perdana rute Bandara Internasional Kualanamu (KNO) menuju Bandara Jenderal Besar AH Nasution di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Bukan sekadar pembukaan rute baru. Ini adalah terobosan strategis yang memangkas waktu tempuh darat yang selama berhari-hari menjadi momok bagi warga Madina dan sekitarnya.

Kini, perjalanan dari Medan ke jantung Mandailing Natal yang sebelumnya memakan waktu 8 hingga 10 jam melalui jalur darat yang terjal dan licin bisa ditempuh hanya dalam 80 menit perjalanan udara.

“Ini adalah jawaban atas doa masyarakat Madina selama bertahun-tahun,” ujar Bupati Mandailing Natal, H. Saipullah Nasution, dalam audiensi dengan manajemen Lion Air Group beberapa waktu lalu.

Mengapa Rute Ini Begitu Istimewa?

1. Memutus Isolasi, Membuka Peluang
Mandailing Natal selama ini dikenal sebagai salah satu daerah dengan akses transportasi paling terbatas di Sumatera Utara. Jalan darat yang berliku dan rawan longsor membuat mobilitas warga, pelaku usaha, dan aparatur pemerintah menjadi sangat tidak efisien.

Dengan hadirnya rute udara ini:
· Waktu tempuh Medan–Madina dipangkas drastis dari berjam-jam menjadi 1 jam 20 menit
· Frekuensi penerbangan tiga kali seminggu (Selasa, Kamis, Sabtu) memberikan jadwal yang teratur dan dapat diandalkan
· Sistem tiket terusan (connecting flight) memungkinkan penumpang dari Madina terhubung ke Jakarta, Batam, Pekanbaru, Padang, Yogyakarta, hingga rute internasional seperti Penang, Kuala Lumpur, Singapura, dan Jeddah—cukup dengan satu tiket

2. Tarif Kompetitif yang Mengguncang Pasar
Salah satu daya tarik utama rute ini adalah harga tiket yang sangat kompetitif. Lion Air Group membanderol tiket rute Kualanamu–Madina sebesar Rp1,2 juta.

Baca Juga : Mulai Hari Ini, Ada Penerbangan Langsung Kualanamu–Abu Dhabi

Angka ini bukan sekadar murah—ini adalah pernyataan perang terhadap dominasi tarif mahal di kawasan Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel). Sebagai perbandingan:

Rute Harga Tiket
Kualanamu – Madina Rp1,2 juta
Kualanamu – Sibolga Rp1,5 juta
Rute dengan jarak serupa (Toli-Toli) Rp2 juta

“Tarif ini sengaja kami rancang untuk merangsang pertumbuhan tingkat keterisian penumpang secara optimal,” ungkap Juli Aspita, Area Manager Lion Air Group.

3. Armada Andal untuk Medan Sulit
Wings Air mengandalkan pesawat ATR 72-500/600—pesawat turboprop yang dirancang khusus untuk mendarat di bandara dengan landasan pacu pendek, yang umum ditemukan di daerah terpencil Indonesia.

Dengan kapasitas 72 penumpang, armada ini menjadi pilihan ideal untuk menghubungkan daerah-daerah yang sulit dijangkau moda transportasi lain.

Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis PT Angkasa Pura Aviasi, Kheidar S. Pandit, menegaskan bahwa pembukaan rute ini adalah langkah penting dalam memperluas akses transportasi udara sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Mandailing Natal.

Kepala Satuan Pelaksana Bandara Jenderal Besar AH Nasution, Doni Romandika, bahkan menyebut rute ini sebagai “katalisator pertumbuhan ekonomi daerah”.

Apa yang bisa diharapkan?
· Arus investasi yang lebih lancar ke Madina dan wilayah Tabagsel
· Perdagangan antar daerah menjadi lebih cepat dan efisien
· Pengembangan UMKM lokal terbuka lebar dengan akses pasar yang lebih luas
· Sektor pariwisata Mandailing Natal yang selama ini terpendam potensinya kini bisa diakses wisatawan domestik maupun mancanegara

Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, memberikan apresiasi tinggi kepada Lion Group atas langkah progresif ini.

Menurutnya, selama ini akses perjalanan menuju Madina masih sangat terbatas masyarakat harus menempuh perjalanan panjang, bahkan sebagian harus transit melalui daerah lain.

“Dengan adanya rute baru ini, masyarakat Medan maupun Mandailing Natal menjadi lebih dekat dari sisi waktu dan jarak. Ini tentu mempermudah mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi,” ujar Bobby.

Namun, Bobby tidak berhenti di sana. Ia menyoroti potensi besar Bandara Kualanamu sebagai pintu gerbang Indonesia bagian barat dan satu tantangan besar yang masih membayangi: harga avtur.

Dalam kesempatan yang sama, Bobby menyoroti tingginya harga avtur di Bandara Kualanamu yang dinilai menjadi salah satu tantangan bagi maskapai penerbangan.

Data terbaru menunjukkan bahwa harga avtur di Kualanamu memang masih tergolong tinggi. Per 1 Juni 2026, Pertamina Patra Niaga memang telah menurunkan harga avtur hingga 10 persen di seluruh bandara Indonesia. Di Kualanamu, harga turun dari Rp25.720 menjadi Rp23.090 per liter.

Meski sudah turun, angka ini masih menjadi beban operasional yang signifikan. Menurut Bobby Kualanamu memiliki potensi besar sebagai pintu gerbang Indonesia bagian barat. Karena itu, berbagai kendala, termasuk terkait biaya operasional penerbangan, perlu terus dicari solusinya agar bandara ini semakin berkembang.

Jika harga avtur bisa lebih kompetitif, bukan tidak mungkin akan semakin banyak maskapai yang membuka rute baru dari Kualanamu—dan harga tiket pun bisa semakin terjangkau bagi masyarakat.

Bandara Jenderal Besar AH Nasution sendiri telah melakukan persiapan menyeluruh untuk menyambut kedatangan Wings Air. Doni Romandika memastikan bahwa:
· Fasilitas sisi udara dan sisi darat telah disiapkan
· Personel operasional dan keamanan penerbangan terjamin
· Pelayanan penumpang dioptimalkan

Pemkab Madina juga tidak tinggal diam. Bupati Saipullah Nasution bahkan telah menggalang koordinasi dengan empat hingga lima kepala daerah di sekitar wilayah Tapanuli bagian selatan untuk memperluas cakupan pasar dan memastikan keberlanjutan rute ini.

Pembukaan rute Kualanamu–Madina oleh Wings Air bukan sekadar tambahan jalur penerbangan. Ini adalah simbol transformasi—dari isolasi menuju keterbukaan, dari keterbatasan menuju kemudahan, dari potensi tersembunyi menuju peluang nyata.

Dengan tarif kompetitif, jadwal teratur, dan dukungan penuh dari pemerintah daerah hingga gubernur, rute ini berpotensi menjadi model bagi pembukaan rute-rute baru lainnya di Sumatera Utara dan Indonesia timur.

Mandailing Natal kini tidak lagi “jauh”. Yang tersisa adalah bagaimana masyarakat dan para pemangku kepentingan memanfaatkan momentum ini untuk melompat lebih tinggi. (Rel)

#ATR72#BeritaSumut#bobbynasution#EkonomiSumut#kitamedandotcom#Konektivitas#Kualanamu#LionAir#Madina#MandailingNatal#PariwisataSumut#PenerbanganBaru#SumateraUtara#Tabagsel#TransportasiUdara#WingsAir