JAKARTA – Dalam kejutan yang mengguncang dunia sepak bola, Daniel Levy secara resmi mengundurkan diri dari posisinya sebagai Executive Chairman Tottenham Hotspur setelah hampir 25 tahun memimpin klub.
Pengumuman ini disampaikan langsung oleh klub pada 4 September 2025. Meski secara resmi dinyatakan sebagai “pengunduran diri”, sumber terpercaya BBC Sport mengungkapkan bahwa keputusan ini justru diambil di luar kendali Levy oleh pihak kepemilikan klub .
Levy, yang diangkat pada Maret 2001, meninggalkan klub setelah membawa Spurs meraih Europa League pada Mei lalu – sekaligus mengakhiri puasa trofi selama 17 tahun.
Pria berusia 63 tahun itu merupakan chairman terlama di Liga Premier yang diperkirakan memperoleh lebih dari £50 juta selama masa jabatannya. Namun, ia juga sering menjadi sasaran protes fans yang menuntut perubahan .
Posisi Levy kini digantikan oleh Peter Charrington, direktur dari ENIC (perusahaan induk Spurs), yang menjabat sebagai Non-Executive Chairman. Charrington baru bergabung dengan dewan direksi Spurs pada Maret lalu, namun dipercaya memimpin era baru klub .
Warisan Levy: Dua Sisi Mata Uang yang Kontroversial
Pencapaian Bisnis dan Infrastruktur
· Stadion Berkelas Dunia: Levy memimpin pembangunan Tottenham Hotspur Stadium senilai £1 miliar yang menjadi ikon baru klub dan menjadi venue multi-fungsi terbaik
· Pusat Pelatihan Mutakhir: Pembangunan fasilitas pelatihan berteknologi tinggi di Hotspur Way.
· Transformasi Finansial: Membawa Spurs menjadi klub dengan pendapatan tertinggi kesembilan di dunia (£512 juta) menurut Deloitte Money League, bahkan tanpa kompetisi Eropa.
Catatan Kekurangan di Lapangan Hijau
· Hanya Dua Trofi: Hanya meraih Piala Liga 2008 dan Europa League 2025 dalam 25 tahun – dinilai tidak seimbang dengan investasi infrastruktur .
· Liga Premier yang Tidak Konsisten: Finis di posisi 17 pada musim lalu, meski akhirnya menutup musim dengan gelar Eropa .
· Protes Fans: Banner bertuliskan “24 years, 16 managers, 1 trophy – time for change” dan chant “Levy out” sering mewarnai pertandingan .
Di Balik Layar: Mengapa Levy Benar-Benar Pergi?
Peran Keluarga Lewis sebagai pemilik utama melalui Tavistock Group disebut-sebut sebagai penggerak utama keput ini. Generasi muda keluarga Lewis, Vivienne dan Charles (anak-anak Joe Lewis), disebut memegang peran kunci dalam menentukan arah baru klub. Mereka percaya bahwa perubahan kepemimpinan akan membawa kesuksesan olahraga yang lebih konsisten .
Tavistock Group disebut telah melakukan peninjauan eksternal terhadap operasional klub, termasuk aspek finansial, yang menghasilkan serangkaian perubahan struktural.
Investasi signifikan dari pihak kepemilikan dalam bursa transfer musim panas (£181 juta untuk pemain seperti Xavi Simons dan Mohammed Kudus) juga menjadi tanda komitmen baru .
Era Baru Tottenham: Charrington dan Venkatesham Pimpin Perubahan
Dengan struktur kepemimpinan baru, Tottenham memasuki babak segar:
· Peter Charrington (Non-Executive Chairman): Mantan CEO Citi Private Bank dan direktur ENIC, akan fokus pada stabilisasi dan pemberdayaan tim .
· Vinai Venkatesham (CEO): Eks-Arsenal yang ditunjuk pada April, akan memimpin operasional harian klub .
· Thomas Frank (Manajer): Menukangi tim setelah Ange Postecoglou dipecat usai meraih Europa League .
Kata Perpisahan Levy: “Bukan Perjalanan Mudah, Tapi Saya Akan Selalu Mendukung”
Dalam pernyataan resminya, Levy menyatakan: Saya sangat bangga dengan pekerjaan yang telah dilakukan bersama tim eksekutif dan semua karyawan. Kami telah membangun klub ini menjadi heavyweight global yang berkompetisi di level tertinggi. Lebih dari itu, kami telah membangun komunitas… Perjalanan ini tidak selalu mudah, tetapi kemajuan signifikan telah dicapai. Saya akan terus mendukung klub ini dengan penuh semangat.”
Masa Depan Spurs: Investasi Baru dan Ambisi Sporting
Perubahan kepemimpinan ini juga dikaitkan dengan upaya Spurs menarik investor baru atau bahkan opsi penjualan klub. Amanda Staveley (broker takeover Newcastle oleh Saudi) disebut memiliki pengaruh dalam proses ini. Tanpa Levy yang dianggap figur divisif, klub diharapkan lebih menarik bagi investor.
Dengan struktur kepemilikan (melalui ENIC yang menguasai 86.58% saham) dan kepemilikan saham Levy di ENIC (29.88%) yang tidak berubah, fokus kini adalah pada stabilitas dan kesuksesan olahraga.
Tantangan ke Depan: Liga Premier 2025/26 dan Masa Depan
Perubahan ini terjadi saat Spurs berada di posisi keempat Liga Premier setelah tiga pertandingan. Dengan kepemimpinan baru dan investasi segar, semua mata tertuju pada apakah Spurs akhirnya bisa konsisten berprestasi di lapangan dan mewujudkan ambisi menjadi klub elite Eropa. (BBC)