Bukan Sekadar Tiga Poin: Misi PSMS Medan Patahkan Kutukan 4 Imbang di Kandang PSPS

MEDAN – Misi berat membayangi langkah PSMS Medan saat bertandang ke markas PSPS Pekanbaru dalam lanjutan Pegadaian Championship 2026/2027, Minggu (11/10/2026) sore WIB.

Bukan hanya soal meraih tiga poin, laga di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, ini menjadi ujian mental untuk mematahkan sebuah tren yang kurang mengenakkan: empat hasil imbang dalam lima pertemuan terakhir melawan tuan rumah.

Pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto, sadar betul akan catatan statistik tersebut. Namun, ia menolak timnya terlena pada sejarah.

Fokus utama Ayam Kinantan saat ini adalah memaksimalkan kekuatan sendiri, terutama senjata rahasia yang telah disiapkan matang: transisi permainan cepat.

“Kami membawa 23 pemain, semua siap untuk menghadapi PSPS Pekanbaru. Persiapan tim sangat bagus. Pasca melawan Depok kemarin, kita ada waktu 5-6 hari untuk mempersiapkan tim menjelang besok. Kita sangat siap dan maksimal,” ujar Eko dalam konferensi pers via zoom, Sabtu (10/10/2026).

Eko Purdjianto menilai, PSPS Pekanbaru adalah tim dengan organisasi permainan yang rapi. Untuk itu, ia telah merancang taktik khusus agar timnya mampu mengubah situasi dari bertahan ke menyerang dalam hitungan detik.

Kemampuan ini diyakini menjadi kunci untuk membongkar pertahanan rapat PSPS yang kerap merepotkan lawan-lawannya.

“Kita tentunya sudah siapkan untuk menghadapi PSPS Pekanbaru. Kita sudah analisa tim lawan dan kita tahu pemain mereka sangat solid dan tiga pemain asing mereka patut kita waspadai,” kata Eko.

Kewaspadaan terhadap pemain asing lawan menjadi poin penting. Analisis tim pelatih telah mendalam, memetakan kekuatan dan kelemahan PSPS.

Baca Juga : DESTRUKSI! Hattrick Siverio Hancurkan Persikad, PSMS Medan Kudeta Puncak Klasemen

Namun, PSMS tak ingin hanya fokus bertahan. Dengan modal kemenangan telak 4-0 atas Persikad Depok pada 3 Oktober lalu, kepercayaan diri skuad sedang tinggi.

Jeda lima hingga enam hari dimanfaatkan secara optimal, bukan hanya untuk fisik, tetapi juga untuk mematangkan strategi transisi tersebut.

Salah satu andalan di lini depan, Javier Siverio, kini telah mengoleksi delapan gol. Ketajamannya menjadi ancaman nyata bagi gawang PSPS.

Dukungan dari lini tengah yang cepat dalam bertransisi akan menjadi suplai berharga bagi bomber asal Spanyol itu.

Eko juga menekankan pentingnya mentalitas juara. Ia menegaskan bahwa setiap pertandingan, termasuk laga di Pekanbaru, adalah final.

“Setiap pertandingan adalah final. Kita berkeinginan untuk menang dan kita maksimalkan besok sore,” tegasnya.

Mentalitas ini harus ditanamkan kepada seluruh pemain. Dengan membawa 23 pemain, Eko memiliki fleksibilitas untuk melakukan rotasi dan menjaga intensitas permainan. Ia menegaskan tidak ada pemain yang tidak penting.

“Kita ada 23 pemain dan kita butuh semuanya, tidak hanya 11. Semua pemain PSMS yang terbaik. Kalau pemain kita ada yang absen, yang lain siap menggantikan,” ujarnya.

Kesiapan skuad juga ditegaskan oleh pemain PSMS, Bintang Arrahim. Ia menyatakan bahwa seluruh pemain telah berkomitmen untuk memberikan yang terbaik dan membawa pulang hasil maksimal dari Pekanbaru.

“Semua pemain tentunya siap untuk menampilkan permainan yang terbaik buat besok dan meraih hasil yang maksimal di Pekanbaru,” kata Bintang, menunjukkan determinasi tinggi dari dalam ruang ganti.

Catatan lima pertemuan terakhir menjadi cambuk sekaligus tantangan. PSPS berhasil menang sekali, sementara empat laga lainnya berakhir imbang. Ini menunjukkan betapa alotnya pertemuan kedua tim.

· 28 Maret 2026: PSMS Medan 1-1 PSPS Pekanbaru
· 19 November 2025: PSMS Medan 1-1 PSPS Pekanbaru
· 20 September 2025: PSPS Pekanbaru 3-3 PSMS Medan
· 4 Januari 2025: PSPS Pekanbaru 1-0 PSMS Medan
· 19 Oktober 2024: PSMS Medan 1-1 PSPS Pekanbaru

Tren imbang ini harus dipatahkan jika PSMS ingin menjaga momentum positif dan mengejar target musim ini. Bermain di kandang PSPS tentu menjadi keuntungan bagi tuan rumah. Namun, PSMS datang dengan modal kemenangan besar dan persiapan matang.

Kombinasi antara kecepatan transisi, kedisiplinan bertahan, dan efektivitas penyelesaian akhir akan menjadi tiga pilar penentu. Jika ketiganya dapat diaplikasikan dengan baik, bukan tidak mungkin Ayam Kinantan terbang tinggi membawa pulang tiga poin berharga dari Rumbai.

Laga ini bukan sekadar tentang siapa yang lebih kuat, tetapi tentang siapa yang lebih cerdas membaca situasi dan berani tampil beda untuk memecahkan kebuntuan. (HEN)