Evaluasi Pahit PSMS: 3 Kekalahan Beruntun dan 1 Pelajaran Emas untuk Liga 2 2026/2027

SURABAYA — Laga hidup mati. Tekanan membuncah. Dan Persija Jakarta menjawabnya dengan pesta empat gol yang mengguncang Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (1/8/2026) sore.

Tapi tunggu dulu kemenangan 4-1 atas PSMS Medan ini belum mengantar Macan Kemayoran ke semifinal Piala Presiden Elite 2026.

Nasib mereka kini tergantung pada hasil pertandingan malam ini antara Persebaya Surabaya versus Port FC di stadion yang sama. Dramatis, bukan?

Sepanjang 80 menit pertama, laga berjalan ketat. Persija membuka keunggulan pada menit ke-22 via Arlyansyah Abdulmanan yang memanfaatkan umpan matang Witan Sulaeman.

Skor 1-0 bertahan hingga turun minum, meski PSMS nyaris menyamakan lewat tendangan bebas Phillerson yang membentur mistar gawang.

Memasuki babak kedua, PSMS yang sudah dipastikan tersingkir tampil tanpa beban. Ikhsan Chan (atau Ikhsan Can) melakukan aksi individu brilian dari tengah lapangan, melewati barisan pertahanan Persija, sebelum menaklukkan kiper Muhammad Hafizh untuk menyamakan skor 1-1 pada menit ke-58.

Persija mengamuk di 10 menit terakhir! Victor Dethan mencetak gol perdananya untuk Persija pada menit ke-80. Agi Firmansyah menambahkannya dengan diving header pada menit ke-84. Gustavo Almeida menutup pesta gol pada menit ke-88. Tiga gol dalam delapan menit checkmate untuk PSMS.

Dari kubu Persija, kemenangan ini bukan sekadar angka. Ini adalah kemenangan perdana Shin Tae-yong di pertandingan resmi bersama Persija.

Baca Juga : Duel Klasik Duo Hijau! Eko Purdjianto Siapkan Rotasi Besar, PSMS Buktikan Daya Saing Lawan Persebaya

Pelatih asal Korea Selatan itu memuji mentalitas pantang menyerah anak asuhnya, terutama para pemain muda. Koleksi empat poin kini menempatkan Persija di peringkat kedua Grup B, unggul selisih gol atas Port FC (6 vs 4).

Namun tiket semifinal baru akan dipastikan jika Port FC kalah dari Persebaya malam ini.

Dari kubu PSMS, ini adalah akhir dari perjalanan pahit—tiga kekalahan beruntun di turnamen. Tapi pelatih Eko Purdjianto memilih melihat sisi lain.

“Ini menjadi pelajaran yang sangat berharga. Ke depan, terutama menghadapi kompetisi, tentu akan kita perbaiki,” ujarnya usai pertandingan.

PSMS adalah satu-satunya wakil Liga 2 di turnamen ini. Meski tersingkir, mereka membawa pulang pengalaman berharga menghadapi tim-tim papan atas Persija, Persebaya, dan Port FC yang menjadi modal penting menatap Liga 2 Championship 2026/2027.

Bahkan, target mereka musim ini adalah juara Liga 2 dan promosi ke Liga 1.

Jeda Sejenak untuk Angka:

· 4 gol Persija dicetak oleh 4 pemain berbeda—sebaran ancaman yang sempurna
· 8 menit—waktu yang dibutuhkan Persija untuk mengubah skor 1-1 menjadi 4-1
· 3 kekalahan beruntun dialami PSMS di turnamen ini
· 4 poin dikoleksi Persija—sama dengan Port FC, tapi unggul selisih gol.

Persija sudah melakukan bagian mereka. Kini, semua mata tertuju pada laga Persebaya vs Port FC malam ini.

Jika Port FC kalah, Persija lolos ke semifinal. Jika Port FC menang atau imbang, perjalanan Macan Kemayoran di Piala Presiden Elite 2026 berakhir di sini.

“Ini kemenangan pertama kami di pertandingan resmi. Saya sangat berterima kasih kepada para pemain. Sampai akhir tidak ada yang menyerah dan kemauan mereka sangat tinggi,” kata Shin Tae-yong.

Sementara Eko Purdjianto menegaskan: “Turnamen ini semakin berkualitas. Semoga ke depannya Piala Presiden semakin berbobot dan layak dinikmati seluruh masyarakat Indonesia”.

Dua tim, dua misi berbeda. Satu merayakan kemenangan dan berharap, yang lain pulang membawa pelajaran untuk perjuangan yang lebih besar di Liga 2. Sepak bola, pada akhirnya, selalu tentang lebih dari sekadar skor. (FD)

#ayamkinantan#GBT#kitamedandotcom#MacanKemayoran#PersijaJakarta#PialaPresidenElite2026#psmsmedan#SepakBolaIndonesia#ShinTaeyong