MEDAN – Setelah mengejutkan dunia dengan menembus semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar, Timnas Maroko kembali datang dengan ambisi besar pada Piala Dunia 2026.
Tergabung di Grup C bersama Brasil, Skotlandia, dan Haiti, pasukan Mohamed Ouahbi diyakini masih menjadi salah satu tim nonunggulan yang paling berbahaya dalam turnamen kali ini.
Dipimpin kapten Achraf Hakimi, Maroko tidak lagi dipandang sebagai kuda hitam. Mereka kini menjadi kekuatan baru sepak bola dunia yang siap mengganggu dominasi negara-negara elite.
Modal terbesar Maroko adalah keberadaan pemain-pemain yang berkarier di kompetisi papan atas Eropa. Nama Achraf Hakimi menjadi sosok sentral yang diprediksi kembali menjadi motor permainan tim Singa Atlas.
Bek kanan Paris Saint-Germain (PSG) itu dikenal memiliki kecepatan luar biasa, kemampuan menyerang yang agresif, serta pengalaman bermain di level tertinggi sepak bola Eropa.
Hakimi juga menjadi simbol kebangkitan sepak bola Maroko dalam beberapa tahun terakhir.
Selain Hakimi, Maroko memiliki Brahim Díaz yang tampil impresif bersama Real Madrid. Kemampuan Díaz dalam membuka ruang dan menciptakan peluang membuatnya menjadi salah satu pemain yang paling diandalkan Mohamed Ouahbi di lini serang.
Baca JugaManchester City Kalah Telak di Bernabeu, Valverde Hattrick
Sementara di sektor pertahanan, Noussair Mazraoui yang bermain untuk Manchester United memberikan keseimbangan antara bertahan dan menyerang. Sedangkan di bawah mistar, Yassine Bounou atau Bono tetap menjadi tembok kokoh yang pernah membawa Maroko menembus empat besar dunia pada 2022.
Secara permainan, Maroko dikenal memiliki organisasi pertahanan yang disiplin. Mereka tidak selalu mendominasi penguasaan bola, tetapi sangat efektif memanfaatkan serangan balik cepat melalui kecepatan pemain sayap dan bek-bek ofensif.
Gaya bermain inilah yang membuat banyak tim besar kesulitan menghadapi Maroko dalam beberapa tahun terakhir. Mereka mampu bertahan rapat, lalu menghukum lawan lewat transisi cepat yang mematikan.
Di Grup C, Brasil masih menjadi favorit utama untuk merebut posisi juara grup. Namun perebutan tiket lolos berikutnya diperkirakan berlangsung sengit antara Maroko dan Skotlandia.
Di atas kertas, Maroko memiliki kualitas individu yang lebih baik dibanding Skotlandia maupun Haiti. Jika mampu meraih hasil positif saat menghadapi dua lawan tersebut, peluang lolos ke babak 16 besar sangat terbuka.
Bahkan, pengalaman menembus semifinal pada Piala Dunia 2022 menjadi modal psikologis yang tidak dimiliki banyak peserta lainnya.
Meski sulit mengulang pencapaian empat besar seperti di Qatar, Maroko tetap berpeluang menciptakan kejutan baru.
Dengan materi pemain yang lebih matang dan sebagian besar berada pada usia emas, Singa Atlas diprediksi mampu melangkah hingga perempat final.
Baca Juga: Tak Ada Tempat Bersembunyi di Puskas Arena, PSG dan Arsenal Berebut Takhta Eropa
Salah satu pemain yang paling berpotensi bersinar pada turnamen ini adalah Brahim Díaz. Gelandang serang Real Madrid tersebut sedang berada dalam performa terbaik dan diperkirakan menjadi pusat kreativitas serangan Maroko.
Namun jika berbicara tentang sosok yang bisa mengubah jalannya pertandingan, nama Achraf Hakimi tetap berada di urutan teratas. Kecepatan, pengalaman, dan jiwa kepemimpinannya membuat kapten Maroko itu berpeluang menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di Piala Dunia 2026.
Empat tahun lalu Maroko mengejutkan dunia dengan menembus semifinal. Kini, di bawah komando Mohamed Ouahbi dan dipimpin Hakimi, Singa Atlas kembali datang bukan sekadar untuk meramaikan turnamen, tetapi untuk membuktikan bahwa keberhasilan di Qatar bukanlah kebetulan. (RS)