PSMS Medan Dipermalukan Port FC di Piala Presiden, Peringatan Keras untuk Promosi Liga 1?

MEDAN – PIALA PRESIDEN 2026 baru saja bergulir, namun pukulan telak sudah harus diterima oleh kubu PSMS Medan.

Bertanding di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (26/7/2026), skuad kebanggaan Sumatera Utara ini harus takluk 0-2 dari raksasa Liga Thailand, Port FC. Bukan sekadar kalah, kekalahan ini menjadi cermin nyata kesenjangan kualitas antara persiapan tim promosi dan juara bertahan turnamen pramusim tersebut.

Sejak peluit awal dibunyikan, pasukan asuhan Alexandre Gama langsung menunjukkan superioritas mereka. Port FC tidak memberi ruang bernapas bagi lini tengah PSMS yang dikawal para pemain lokal.

Dominasi penguasaan bola yang mencapai hampir 65 persen di babak pertama membuat benteng pertahanan Ayam Kinantan yang dipimpin stopper asing Angelo Meneses jebol pada menit ke-16.

Pemain naturalisasi andalan Port FC, Noboru Shimura, dengan cerdik memanfaatkan kemelut di kotak penalti untuk menaklukkan kiper PSMS. Gol itu menjadi petaka awal yang meruntuhkan konsentrasi skuad asuhan pelatih anyar mereka.

Tertinggal satu gol, PSMS mencoba bangkit dengan mengandalkan kecepatan sayap. Namun, pendekatan yang terlalu monoton justru mudah dibaca oleh barisan belakang Port FC yang kompak.

Baca Juga : PSMS Medan Bukan Sekadar Tim Liga 2! Eko Purdjianto Siapkan Kejutan Untuk Port FC Di Piala Presiden 2026

Alih-alih menyamakan kedudukan, PSMS malah kembali kebobolan di awal babak kedua. Pada menit ke-53, Issam Al Sabhi menunjukkan kelasnya sebagai juru gedor tajam.

Ia memperdaya lini belakang PSMS yang terkesan lambat bereaksi, melepaskan tembakan keras yang menggandakan keunggulan menjadi 2-0.

Momen ini seakan menjadi “kuburan” bagi semangat juang anak asuh PSMS, mengingat rentetan serangan mereka kerap kandas di lini tengah tanpa umpan-umpan terobosan yang membahayakan.

Celakanya, nasib PSMS nyaris bertambah buruk. Wasit menunjuk titik putih pada menit ke-75 setelah terjadi pelanggaran di kotak terlarang.

Namun, Ruan Ribeiro yang maju sebagai algojo gagal menjalankan tugas. Eksekusi penaltinya yang kurang keras berhasil diantisipasi kiper, sehingga skor 2-0 bertahan hingga akhir.

Ironis, ini adalah satu-satunya “keberuntungan” bagi PSMS di laga perdana, sekaligus menyelamatkan mereka dari kekalahan yang lebih memalukan.

Kekalahan ini bukanlah akhir segalanya, tetapi jelas menjadi alarm keras bagi manajemen dan tim pelatih. Turnamen Piala Presiden memang kerap dijadikan ajang pemanasan.

Namun, bagi PSMS yang sedang membidik tiket promosi ke Liga 1 pada ajang Championship 2026/2027, performa ini menunjukkan bahwa tim masih kekurangan chemistry dan ketajaman di lini depan.

Tanpa evaluasi total dan perbaikan strategi, target promosi yang digembar-gemborkan hanya akan menjadi fatamorgana. Laga selanjutnya akan menjadi ujian sesungguhnya; apakah PSMS mampu bangkit atau justru terpuruk lebih dalam di Grup B? (FD)

#ayamkinantan#EvaluasiTim#GBTSurabaya#kitamedandotcom#LigaThailand#NoboruShimura#PialaPresiden2026#PortFC#PromosiLiga1#psmsmedan#SepakBolaIndonesia