Bobby Tegaskan Aparatur Terlibat Pemalsuan e-KTP Bakal Ditindak Tegas

245

MEDAN– Sebanyak delapan orang pengungsi etnis Rohingya  memasuki wilayah Nusa Tenggara Timur diduga dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) palsu yang diduga dibuat di Kota Medan, Sumatera Utara. Wali Kota Medan, Bobby Nasution memastikan akan menindak aparat pemerintahan jika terbukti terlibat.

Para pengungsi Rohingya itu ditangkap di sebuah rumah warga di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, viral beberapa waktu lalu. Setelah dilakukan interogasi dan pemeriksaan tubuh, ditemukan bahwa mereka memiliki KTP NTT dengan nama dan alamat yang berbeda.

Informasi mengungkap bahwa kedelapan pengungsi ini datang dari Kota Medan pada 15 November, 24 November dan 5 Desember 2023. Mereka mengaku memasuki Indonesia untuk mencari pekerjaan.

Bobby pun menegaskan telah  mengingatkan aparatur pemerintahan Kota Medan agar tidak main-main dengan data warga. Apalagi sebelumnya juga pernah ditemukan penyelewengan data yang digunakan untuk berobat atau bekerja di luar negeri.

“Saya sudah sampaikan tolong data diri KTP warga ini jangan dimainkan. Kami dulu temukan ada pemalsuan data agar bisa kerja di luar negeri. Saya sampaikan dari aparat pemerintah kota akan diberi hukuman berat,” kata Bobby, Jumat (16/12/2023).(KM/inews.id)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com