Gibran dan Bobby Tinjau SMAN 1 Barus, Sekolah Diterjang Banjir Setinggi 2 Meter

242

TAPANULI TENGAH — Di balik dinding-dinding kelas yang masih menyisakan bekas genangan, di antara rak-rak perpustakaan yang buku-bukunya hanyut diterjang arus, secercah harapan mulai kembali bersinar.

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, didampingi Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, menapaki lorong-lorong SMA Negeri 1 Barus, Jumat (4/9/2026)—nyaris setahun setelah bencana hidrometeorologi dahsyat melumpuhkan wilayah ini.

Sekolah yang terletak di Padang Masiang, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah ini menjadi saksi bisu betapa ganasnya luapan Sungai Aek Sirahar pada November 2025.

Air setinggi 1,5 hingga 2 meter merendam hampir seluruh kawasan sekolah. Sungai yang berjarak hanya sekitar 250 meter di belakang sekolah itu meluap, membawa arus deras dan lumpur yang menghancurkan buku-buku pelajaran, komputer, laptop, meja, kursi, hingga seluruh perlengkapan belajar mengajar.

Ruang perpustakaan yang dulu menjadi surga pengetahuan kini hanya menyisakan rak-rak kosong buku-buku yang selamat pun terpaksa dibuang karena tak layak lagi digunakan.

Baca Juga : Gibran Dan Bobby Janjikan Bangun Huntap Di Tapsel Mulai September Ini

Namun, di tengah reruntuhan fasilitas itu, semangat tak pernah padam. Para guru tetap mengajar. Para siswa tetap belajar.

“Komputer, buku—karena buku kami banyak yang terbawa banjir, terendam—jadi itu yang kurang semua,” ujar Masidah Simanjuntak, Humas SMAN 1 Barus, menggambarkan keterbatasan yang mereka hadapi.

Kunjungan Wapres dan Gubernur menjadi momentum penting dalam perjalanan pemulihan sekolah ini. Di hadapan layar smartboard, Kepala Sekolah Fahman Pardosi memaparkan progres rehabilitasi dan rekonstruksi gedung.

Wapres Gibran dan Gubernur Bobby kemudian meninjau satu per satu ruang kelas. Sebagian besar bangunan kini menunjukkan kondisi yang lebih baik—meski masih ada ruang kelas yang belum memiliki langit-langit utuh dan masih dilapisi jaring, serta beberapa ruangan yang masih menggunakan atap seng.

“Satu hal penting dalam pemulihan pascabencana adalah anak-anak bisa kembali belajar dengan aman, nyaman, dan tetap semangat mengejar cita-cita,” tegas Wapres Gibran di lokasi.

Tak sekadar meninjau, Wapres langsung menyerahkan bantuan fasilitas pendidikan berupa laptop, komputer, buku bacaan, kipas angin, lampu, serta berbagai perlengkapan pendukung pembelajaran.

Seorang perwakilan siswa kelas XII, Febby Pratama Syafriani, menyampaikan harapan agar perangkat komputer dan perlengkapan ekstrakurikuler dapat difasilitasi sebuah permohonan yang langsung mendapat respons nyata.

Gubernur Bobby Nasution, yang sejak awal bencana telah berulang kali mengunjungi titik-titik terdampak di 18 kabupaten/kota di Sumut, menegaskan komitmen Pemprov untuk menyegerakan seluruh pekerjaan rehabilitasi.

“Mana yang menjadi tugas kita di provinsi juga perlu disegerakan. Termasuk koordinasi bila ada yang memang perlu dibenahi di sekolah ini. Apalagi ini wilayah yang terdampak bencana di akhir tahun lalu,” ujarnya.

Pemprov Sumut bahkan telah menggeser anggaran Rp430 miliar untuk pemulihan pascabencana, dengan bidang pendidikan mendapat alokasi Rp36,8 miliar.

Bencana hidrometeorologi akhir November 2025 memang meninggalkan luka mendalam bagi Sumatera Utara. Sedikitnya 18 kabupaten/kota terdampak, dengan Tapanuli Tengah menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak paling besar.

Usai meninjau SMAN 1 Barus, rombongan Wapres yang didampingi Gubernur Bobby melanjutkan perjalanan ke sejumlah titik lainnya—hunian tetap (huntap) di Sibolga, pembangunan sabodam di Hutanabolon, serta hunian tetap di Tapanuli Selatan.

Ini adalah wujud nyata kolaborasi pemerintah pusat dan daerah dalam memastikan pemulihan yang komprehensif.

Dari Barus, harapan baru mulai tumbuh. Sekolah yang nyaris lumpuh kini perlahan bangkit. Anak-anak Tapanuli Tengah kembali bisa menatap masa depan dengan senyum—di atas fondasi pendidikan yang mulai kokoh berdiri. (Rel)