Prabowo Ambil Langkah Tegas: Copot Anggota DPR dan Bekukan Tunjangan Usai Kerusuhan Melanda

138

JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengeluarkan pernyataan resmi yang berisi langkah-langkah konkret pemerintah untuk menanggapi aksi anarkis, pembakaran, dan penjarahan yang terjadi di Jakarta dan beberapa kota lainnya dalam beberapa hari terakhir.

Pernyataan ini dibacakan langsung dari Istana Negara pada Minggu (31/8/2025). Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan komitmen negara untuk melindungi hak menyampaikan pendapat secara damai, namun tidak akan mentolerir tindakan melawan hukum yang meresahkan masyarakat.

Langkah-Langkah Strategis Pemerintah dan DPR
Merespons aksi protes yang sempat berujung anarkis, Prabowo mengumumkan sejumlah kebijakan korektif yang telah disepakati dengan pimpinan partai politik dan DPR RI:

1. Pencabutan Keanggotaan DPR: Para ketua umum partai telah mencabut keanggotaan anggota DPR yang dinilai menyampaikan pernyataan keliru dan memicu polemik.
2. Moratorium Tunjangan dan Kunjungan Kerja: Pimpinan DPR akan mencabut kebijakan terkait besaran tunjangan anggota DPR dan melakukan moratorium (penundaan) kunjungan kerja keluar negeri.
3. Dialog Terbuka: Prabowo meminta pimpinan DPR untuk segera mengundang tokoh masyarakat, mahasiswa, dan kelompok yang ingin menyampaikan aspirasi untuk berdialog secara langsung.
4. Pintu Aspirasi Terbuka: Semua Kementerian/Lembaga (KL) diperintahkan untuk menerima utusan dari berbagai kelompok yang ingin menyampaikan koreksi dan kritik membangun.

Peringatan Keras terhadap Aksi Anarkis
Presiden dengan tegas membedakan antara penyampaian pendapat yang damai dan tindakan anarkis. Ia menyatakan bahwa aksi penjarahan rumah anggota DPR, pembakaran fasilitas umum, dan tindakan yang mengancam stabilitas negara adalah pelanggaran hukum yang tidak dapat dibenarkan.

“Negara wajib hadir dan melindungi rakyatnya. Para aparat yang bertugas harus melindungi masyarakat dan menegakkan hukum,” tegas Prabowo.

Kepada Kepolisian RI dan TNI, Prabowo memberi perintah untuk mengambil tindakan setegas-tegasnya terhadap segala bentuk pengrusakan, penjarahan, dan tindakan yang mengarah pada makar dan terorisme, sesuai dengan hukum yang berlaku.

Pesan Persatuan Nasional
Di akhir pernyataannya, Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga persatuan nasional dan tidak terpecah-belah oleh isu yang memecah belah.

“Kita waspada terhadap campur tangan kelompok yang tidak ingin Indonesia sejahtera. Mari kita perbaiki kekurangan bersama dengan semangat gotong royong,” pungkasnya usai berunding dengan semua pimpinan partai dan lembaga negara. (CNBC)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com