Purbaya Buka-bukaan Harga Asli Pertalite, Solar, hingga LPG: Ini Besaran Subsidi yang Ditanggung Pemerintah
JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan fakta mengejutkan tentang harga sebenarnya komoditas energi yang selama ini dinikmati masyarakat.
Terungkap bahwa tanpa subsidi pemerintah, harga BBM dan LPG seharusnya jauh lebih mahal dari yang dibayar konsumen saat ini.
Dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Purbaya membeberkan selisih harga yang ditanggung APBN untuk membuat harga energi terjangkau bagi masyarakat. “Selama ini pemerintah menanggung selisih harga keekonomian dan harga yang dibayarkan masyarakat melalui pemberian subsidi energi non energi,” kata Purbaya .
Rincian Subsidi Energi yang Ditanggung Pemerintah
Berikut adalah gambaran lengkap besaran subsidi yang diberikan pemerintah pada berbagai komoditas energi:

Realisasi Subsidi dan Tantangan Ke Depan
Pemerintah telah mencatat realisasi subsidi dan kompensasi energi hingga 31 Agustus 2025 mencapai sekitar Rp218 triliun . Angka ini dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak mentah Indonesia (ICP), depresiasi nilai tukar rupiah, dan peningkatan volume konsumsi barang bersubsidi.
Untuk tahun 2025, pagu subsidi dan kompensasi telah ditetapkan sebesar Rp498,8 triliun, sementara untuk tahun 2026, pemerintah mengalokasikan Rp318,88 triliun untuk belanja subsidi .
Meski menjadi instrumen penting untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, Purbaya mengakui bahwa penyaluran subsidi energi masih menghadapi tantangan. Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS), kelompok masyarakat mampu (desil 8-10) masih menikmati porsi signifikan dari subsidi energi .
Komitmen Pemerintah dan Evaluasi Ke Depan
Purbaya menegaskan bahwa subsidi energi akan terus dievaluasi agar lebih tepat sasaran dan berkeadilan. “Ini bentuk keberpihakan fiskal yang terus dievaluasi agar lebih tepat sasaran dan berkeadilan,” ucap Purbaya.
Pemerintah juga berkomitmen untuk melanjutkan transformasi subsidi LPG tabung 3 kg yang lebih tepat sasaran dengan berbasis pada penerima manfaat dan terintegrasi dengan data yang akurat.
Untuk subsidi listrik, fokus akan diarahkan pada golongan masyarakat miskin dan rentan sebagai wujud keadilan sosial dalam akses energi. (CNBCIndonesia)