Rico Waas Lantik 213 Pejabat di Hari Kelima Ramadan, Tancap Gas Wujudkan Medan Untuk Semua

231

MEDAN – Suasana Balai Kota Medan mendadak berubah menjadi lautan semangat baru di hari kelima Ramadan 1447 H, Senin (23/2/2026).

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, bersama Wakil Wali Kota H. Zakiyuddin Harahap, memimpin langsung pelantikan 213 pejabat Administrator (eselon III) dan Pengawas (eselon IV) dalam sebuah momentum yang disebut-sebut sebagai perombakan birokrasi terbesar selama kepemimpinan mereka.

Bukan sekadar seremonial rutin, pelantikan ini menjadi titik tolak perubahan paradigma birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota Medan. Di tengah kekhusyukan bulan suci, Rico Waas justru mengobarkan semangat yang berbeda Ramadan bukan alasan untuk melambat, melainkan saatnya berlari lebih kencang.

“Mental Tancap Gas” Jadi Panglima

Mengawali sambutannya, Rico Waas dengan tegas menyatakan bahwa pelantikan kali ini mengusung misi strategis. Bukan soal kuantitas 213 pejabat yang dilantik, melainkan kualitas dan ketepatan penempatan figur-figur terbaik di pos-pos kunci.

“Ini bukan sekadar rotasi biasa. Kami menempatkan orang-orang yang kami nilai mampu, layak, dan siap memikul tanggung jawab besar untuk masyarakat Medan. Setelah satu tahun masa kepemimpinan saya bersama Pak Wakil, saya minta seluruh pejabat yang baru dilantik langsung tancap gas! Siap?” seru Rico dengan intonasi menggelegar.

“Siap!” Jawaban serempak dari 213 pejabat membahana, memecah kekhidmatan halaman Balai Kota Medan, sekaligus menegaskan komitmen kolektif untuk bergerak cepat.

Tiga Misi Utama Pejabat Kewilayahan

Memasuki tahun kedua kepemimpinan Rico-Zaki, para camat dan lurah yang masuk dalam jajaran pejabat dilantik mendapat pesan khusus. Rico Waas meminta agar tidak ada lagi ruang untuk bersantai.

Baca Juga : Bobby Nasution Pimpin Pelantikan Pejabat Kunci Sumut, Ingatkan Pentingnya Anti-Korupsi

Ada tiga prioritas utama yang harus dieksekusi di lapangan: pertama, kebersihan lingkungan yang menjadi wajah kota; kedua, peningkatan kualitas pelayanan publik yang prima; dan ketiga, penyelesaian cepat persoalan warga di tingkat akar rumput.

“Jangan pernah lupa, kita ini adalah pelayan masyarakat. Bukan masyarakat yang melayani kita. Tugas kita hadir untuk mendengar keluhan, melindungi kepentingan warga, dan melayani dengan sepenuh hati. Itu ukuran keberhasilan kita,” tegasnya, disimak khidmat oleh para pejabat yang hadir, termasuk jajaran asisten, staf ahli, inspektur, dan pimpinan perangkat daerah.

Integritas Harga Mati, Jabatan Bukan Segalanya

Dalam momen penuh khidmat ini, Rico Waas menyelipkan pesan moral yang menjadi fondasi kepemimpinannya. Dengan tegas ia menjamin bahwa seluruh proses promosi dan mutasi ini bersih dari praktik transaksional atau mahar jabatan.

“Saya jamin, tidak ada satu rupiah pun yang keluar untuk jabatan ini. Yang saya minta hanya satu: bekerja dengan baik, sungguh-sungguh, dan penuh integritas. Tapi ingat, kepercayaan yang diberikan hari ini bisa ditarik kapan saja jika disalahgunakan,” tuturnya.

“Jabatan itu tidak abadi. Jika ada pelanggaran hukum atau tindakan yang mencoreng nama baik Pemko Medan, tindakan tegas akan dijatuhkan tanpa kompromi,” ujarnya dengan nada keras namun bijak.

Pernyataan ini sontak mendapat apresiasi, sekaligus menjadi peringatan dini bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemko Medan untuk menjaga amanah dengan sebaik-baiknya.

Medan Untuk Semua: Slogan yang Dihidupkan

Mengakhiri sambutannya, Rico Waas kembali membangkitkan semangat kebersamaan yang menjadi slogan kepemimpinan mereka. Dengan penuh energi, ia berteriak,

“Medan Untuk Semua!”

“Semua Untuk Medan!” Balas 213 pejabat dengan kompak dan lantang, menandai babak baru birokrasi yang siap bekerja keras untuk kota tercinta.

Deretan Pejabat Strategis yang Dilantik

Dari 213 pejabat yang dilantik, sejumlah posisi strategis mengalami penyegaran, terutama di tingkat kewilayahan. Beberapa camat baru yang dilantik antara lain Yogi Prayoga (Medan Denai), Zulfahmi Tarigan (Medan Amplas), Dedi Rustam Alamsyah Nasution (Medan Area), Maswan Harahap (Medan Barat), Robby Kurniawan (Medan Belawan), Gunawan Perangin-angin (Medan Helvetia), Bachtiar Rivai (Medan Johor), M Andy Syahputra (Medan Kota), dan Noor Alfi Pane (Medan Polonia).

Di tingkat instansi vertikal, dr. Mohd Mukhlis dipercaya menjabat sebagai Direktur Utama RSUD H. Bachtiar Djafar. Sementara di lingkungan Sekretariat Daerah, Agus Maryono menjabat Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Arafat Syam sebagai Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, T Mahari Abdillah (Kabag Organisasi), dan H Muhammad Reza Hanafi (Kabag Perekonomian).

Adapun Budi Hariono dilantik sebagai Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika, serta T Roby Chairi sebagai Sekretaris Dinas Pariwisata.

Dengan komposisi baru ini, publik Kota Medan menanti gebrakan nyata dari jajaran pejabat yang telah dilantik. Akankah “mental tancap gas” yang digaungkan Rico Waas mampu membawa perubahan signifikan bagi ibu kota Provinsi Sumatera Utara?

Waktu yang akan menjawab, namun semangat perubahan telah berkobar di hari kelima Ramadan ini. (FD)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com