Thailand di Ambang Resesi Teknikal! Ekspor & Pariwisata Kolaps, Tarif Trump Jadi Pemicu

157

JAKARTA – Thailand bersiap menghadapi badai resesi di paruh kedua 2025! Ancaman resesi teknikal mengintai akibat melemahnya ekspor, lesunya pariwisata, dan kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump yang semakin menekan perekonomian.

Resesi Teknikal Mengancam, Pertumbuhan Bisa Anjlok ke 1,4%
Burin Adulwattana, Direktur Pelaksana Kasikorn Research Center, memprediksi ekonomi Thailand akan menyusut selama dua kuartal berturut-turut (resesi teknikal) mulai semester II-2025. Penyebab utamanya:

– Ekspor merosot tajam
– Sektor pariwisata gagal pulih
– Anggaran stimulus dipotong drastis (hanya THB 25 miliar vs THB 140 miliar di 2024)

“Jika tarif Trump naik jadi 36%, ekspor Thailand bisa turun 0,5% dan pertumbuhan PDB hanya 1,4%,” ungkap Burin, Minggu (29/6/2025). Namun, jika tarif tetap 10%, pertumbuhan mungkin bertahan di 1,8%—tetap jauh di bawah capaian Q1-2025 (3,1% yoy).

SCB EIC: Pertumbuhan 2025 Dipangkas Jadi 1,5%, Konsumsi & Investasi Melemah
Lembaga riset Siam Commercial Bank (SCB EIC) juga memperingatkan risiko resesi dengan revisi proyeksi pertumbuhan 2025 menjadi 1,5%. Faktor penyebab:

– Ketegangan perdagangan global
– Kebijakan AS yang tidak pasti
– Pariwisata kehilangan momentum
– Konsumsi rumah tangga melambat (dipengaruhi lapangan kerja & utang bermasalah)

“Ekonomi Thailand sangat rentan, terutama jika tarif Trump diberlakukan penuh,” tegas SCB EIC.

Resesi Kedua dalam 5 Tahun, Mirip Masa Krisis Covid & 1997?
Jika prediksi ini benar, ini akan menjadi resesi teknikal pertama Thailand sejak pandemi 2020. Saat itu, ekonomi negeri Gajah Putih terkontraksi -2,1% yoy di Q1-2020.

Sejarah kelam juga terjadi saat:
– Krisis Finansial Asia 1997-1998 : PDB Thailand minus -12,5% yoy (terburuk sepanjang sejarah)
– Resesi 2009: Kontraksi -2% yoy akibat krisis global.

Apa Dampaknya bagi Indonesia?
Sebagai mitra dagang utama, perlambatan Thailand berpotensi memengaruhi ekspor Indonesia. Analis menyarankan pemerintah memperkuat pasar domestik dan diversifikasi ekspor untuk mengantisipasi gelombang krisis global. (CNBCIndonesia)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com