“Apocalypse Now” : Kisah di Balik Pembuatan Film Perang Vietnam Paling Epik yang Hampir Gagal

161

CANNES, PARIS – Francis Ford Coppola nyaris kehilangan segalanya – uang, reputasi, bahkan nyawa para pemain—untuk mewujudkan Apocalypse Now, mahakarya sinema yang terinspirasi dari Heart of Darkness-nya Joseph Conrad.

Kini, dokumenter pembuatan film ini kembali dirilis, mengungkap betapa brutalnya proses syuting, bahkan lebih ekstrem daripada Burden of Dreams (dokumenter pembuatan Fitzcarraldo karya Werner Herzog).

Coppola Mempertaruhkan Segalanya
Setelah sukses dengan The Conversation dan The Godfather, Coppola menggadaikan asetnya demi mendanai film ambisius ini. Ia memindahkan setting novel Conrad dari Kongo abad ke-19 ke Perang Vietnam, dengan naskah kontroversial karya John Milius.

Marlon Brando bermain sebagai Kolonel Kurtz—dewa perang gila yang harus dibunuh. Martin Sheen (Kaptn Willard) nyaris tewas saat syuting adegan mabuknya, sementara Robert Duvall menghadirkan sosok Letnan Kolonel Kilgore yang ikonik dengan serangan helikopternya.

Lokasi Syuting yang Kacau: Hujan, Perang, dan Krisis Keuangan
Coppola memilih Filipina sebagai lokasi, tapi musim hujan, panas ekstrem, dan ketidakstabilan politik hampir menggagalkan produksi. Helikopter yang dipinjam dari Presiden Ferdinand Marcos sering ditarik untuk operasi militer melawan pemberontak komunis.

“Film ini bukan tentang Vietnam—ini adalah Vietnam,” kata Coppola di Cannes. Ia benar: produksi ini seperti perang sungguhan.

Drama di Balik Layar: Pemecatan, Serangan Jantung, dan Narkoba
– Harvey Keitel dipecat di hari pertama syuting, digantikan Sheen yang nyaris meninggal karena serangan jantung.
– Sam Bottoms (salah satu kru Willard) mengaku sering menggunakan speed dan LSD selama syuting.
– Coppola terus diliputi ketakutan bahwa filmnya akan jadi “biasa saja”—padahal hasilnya justru legendaris.

Warisan Apocalypse Now
Film ini bukan sekadar kisah perang, tapi juga kritik atas kesombongan Barat. Seperti Kurtz, Coppola seperti terjebak dalam ritual gila—ia menciptakan mahakarya, tapi nyaris hancur karenanya. (FD/Theguardian)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com