Bukan Hanya Kembang Api! Ritual Unik di Berbagai Negara Sambut Malam Tahun Baru, Ada yang Lempar Furnitur!!

69

MEDAN – Saat sebagian besar dunia merayakannya dengan pesta kembang api dan countdown, ternyata berbagai belih dunia punya ritual unik bahkan ekstrem untuk menyambut 1 Januari. Tradisi ini penuh makna, dari mengusir sial hingga “memesan” keberuntungan sepanjang tahun.

Dari Meja Makan hingga Jendela Apartemen : Tradisi yang Tak Biasa
Di Spanyol, suasana tegang justru terasa di depan televisi. Warga menyiapkan 12 buah anggur dan harus melahapnya satu per satu mengikuti 12 detik terakhir tahun lama. “Las doce uvas de la suerte” ini diyakini akan membawa keberuntungan setiap bulannya. Gagal? Bisa-bisa dapat sial!

Lebih berisik lagi di Denmark dan Italia Selatan. Orang Denmark memecahkan piring bekas di depan pintu rumah teman sebagai lambang kasih sayang. Sementara di Italia, barang-barang usang seperti kursi atau meja bisa terbang dari jendela apartemen ke jalanan ritual membuang energi negatif tahun lama yang kini dilarang keras di banyak kota.

Di Amerika Latin, simbolisme sangat kental. Warga Ekuador membuat boneka raksasa (“Año Viejo”) yang dibakar, sementara di Brasil, orang berbondong-bondong ke pantai dengan pakaian putih untuk melompati tujuh ombak sambil memohon pada dewi laut Yemanjá.

“First-Footing” hingga Makan Bersama Arwah: Menyambut Keberuntungan dan Leluhur
Di Skotlandia, setelah tengah malam, ada kepercayaan bahwa tamu pertama (first-footer) yang datang ke rumah akan menentukan nasib setahun ke depan. Pria bertampan gelap yang membawa garam, arang, dan wiski adalah pertanda terbaik.

Namun, mungkin yang paling mengharukan terjadi di Talca, Chili. Di sana, keluarga justru pergi ke pemakaman dan berpesta di samping makam orang terkasih untuk menyambut tahun baru bersama arwah leluhur. Sebuah bentuk penghormatan yang mendalam.

Ritual Ramalan dan Pemurnian
Beberapa negara punya cara unik meramal masa depan. Di Finlandia, leburan timah dituang ke air dan bentuk bekunya diinterpretasikan. Di Rusia, keinginan ditulis di kertas, dibakar, lalu abunya dicampur sampanye dan diminum praktik berbahaya yang kini mulai ditinggalkan.

Sementara di Jepang, ketenangan lebih dipilih dengan menikmati “Toshikoshi Soba”, mi yang melambangkan panjang umur dan pemutusan kesialan.

Fenomena Global dengan Makna Lokal
Meski tradisi lokal masih kuat, fenomena global seperti Ball Drop di Times Square, New York tetap menjadi ikon yang disiarkan ke seluruh dunia. Namun, di balik kemeriahan yang seragam, setiap budaya menyimpan filosofinya sendiri: memulai dengan harapan, mengakhiri dengan terima kasih.

Tradisi-tahun-baru ini membuktikan bahwa di era globalisasi, kearifan lokal tetap hidup sebagai cara manusia mengikat harapan pada pergantian waktu. (Red)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com