Dari Medan ke Dunia Imajinasi, Aedz Syahab Hidupkan Petualangan Edza dalam Komik Blind Pulse

478

MEDAN – Di tengah dominasi komik digital dan derasnya arus budaya populer modern, seorang kreator asal Kota Medan memilih menempuh jalannya sendiri. Zulkarnaen Syahab menghadirkan karya berjudul Blind Pulse, sebuah komik petualangan yang memadukan aksi, persahabatan, dan semangat pantang menyerah dalam balutan nuansa manga klasik Jepang.

 

Komik yang menjadi edisi pertama karyanya itu mengisahkan perjalanan seorang remaja asal Indonesia bernama Edza yang tinggal di Jepang. Kehidupan Edza berubah drastis setelah kehilangan penglihatannya akibat konflik yang berkaitan dengan penelitian sang ayah.

Ayah Edza merupakan ilmuwan yang bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dan Jepang dalam mengembangkan sebuah serum. Penelitian tersebut kemudian menjadi incaran sebuah perusahaan swasta yang memiliki kepentingan tersendiri.

Situasi semakin rumit ketika adik Edza diculik oleh pihak yang menginginkan serum tersebut. Meski hidup dalam keterbatasan akibat kebutaan, Edza tidak menyerah. Ia memulai perjalanan panjang untuk menemukan sang adik dan mengungkap misteri di balik penculikan tersebut.

 

Baca Juga: Fenomena Subkultur Kian Berkembang, Pengaruhi Gaya Hidup dan Interaksi Sosial Anak Muda

 

Dalam petualangannya, Edza tidak sendiri. Ia dibantu Profesor Yukichi, seorang ilmuwan yang menjadi sosok penting dalam perjalanan hidupnya. Selain itu, ada Mio, seekor monyet cerdas yang setia menemani dan membantu menghadapi berbagai tantangan.

 

Pria yang akrab disapa Aedz itu mengaku memilih gaya visual yang terinspirasi dari komik Jepang era 1970-an hingga awal 2000-an. Baginya, komik pada periode tersebut memiliki kekuatan cerita yang lebih mendalam serta detail visual yang kuat.

 

“Saya sangat menyukai komik-komik Jepang era itu karena latar ceritanya indah, detail, dan mampu membangun emosi pembaca. Itu yang ingin saya hadirkan dalam Blind Pulse,” ujarnya.

 

Kecintaan terhadap manga klasik terlihat dari cara ia membangun karakter, suasana, hingga alur cerita yang menempatkan petualangan sebagai tulang punggung kisah. Namun, di balik aksi dan misteri yang dihadirkan, terselip pesan tentang keberanian menghadapi keterbatasan dan pentingnya menjaga ikatan keluarga.

Meski baru memasuki edisi pertama, Blind Pulse sudah mulai diperkenalkan kepada pembaca melalui platform kreator digital Karyakarsa.

Kehadiran komik ini menjadi langkah awal Aedz untuk memperkenalkan karya orisinalnya kepada pembaca yang lebih luas.

Bagi pria yang tinggal di Jalan Amal, Meda ini, Blind Pulse bukan sekadar cerita petualangan. Komik tersebut merupakan wujud kecintaannya terhadap dunia komik yang telah membentuk imajinasinya sejak kecil.

 

Dari sebuah sudut di Kota Medan, ia mencoba membuktikan bahwa karya lokal juga mampu menghadirkan cerita yang kuat, menyentuh, dan memiliki daya tarik lintas budaya.

Dengan Edza, Profesor Yukichi, dan Mio sebagai tokoh utama, Blind Pulse menjadi pintu masuk menuju dunia petualangan yang lahir dari imajinasi seorang komikus anak Medan. Untuk membaca lengkap komik ini kunjungi web karyakarsa langsung klik Blind Pulse. (RS)