MEDAN – Gaya klasik kembali menjadi sorotan dan diprediksi bakal mendominasi tren fashion tahun depan.
Sejumlah pengamat mode menilai, tren busana yang mengedepankan potongan sederhana, warna netral, dan siluet rapi mulai kembali diminati, terutama di kalangan generasi muda dan pekerja urban.
Kecenderungan ini terlihat dari meningkatnya penggunaan busana bergaya klasik modern dalam berbagai aktivitas, mulai dari lingkungan kerja hingga acara kasual.
Potongan blazer, celana lurus, rok midi, serta kemeja polos kembali dipilih karena dinilai fleksibel dan mudah dipadukan dengan berbagai gaya.
Pengamat fashion menilai, kembalinya tren tersebut dipengaruhi oleh perubahan gaya hidup masyarakat yang mengutamakan kenyamanan dan fungsi.
Selain itu, kesadaran terhadap keberlanjutan juga mendorong konsumen memilih pakaian yang tidak mudah usang secara tren dan dapat digunakan dalam jangka panjang.
Dari sisi industri, pelaku usaha fesyen mulai merespons dengan menghadirkan kembali koleksi bernuansa klasik yang dikombinasikan sentuhan modern.
Strategi ini dinilai mampu menjangkau pasar yang lebih luas, khususnya konsumen yang menginginkan tampilan rapi tanpa terikat tren musiman.
Media sosial turut berperan dalam menguatkan tren ini. Konten gaya berpakaian minimalis dan klasik modern kembali banyak bermunculan dan mendapat respons positif dari pengguna, menandakan tren lama tersebut memiliki peluang besar untuk kembali populer.
Dengan meningkatnya minat masyarakat, gaya pakaian klasik diperkirakan akan kembali menjadi arus utama dalam industri fesyen nasional.
Tren ini dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat modern yang menginginkan gaya sederhana, fungsional, dan tetap berkelas.(RS)