MEDAN – Ricardo Bisuk Juara Siahaan, atau yang dikenal dengan Ricky Siahaan, gitaris band Seringai, meninggal dunia pada 19 April 2025 saat menjalani tur di Tokyo, Jepang.
Kepergiannya pada usia 48 tahun meninggalkan duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga rekan-rekan satu band dan para penggemar.
Sebelum berpulang, Ricky sempat merilis karya terakhirnya bersama Seringai. Lagu berjudul Pulang itu dirilis pada 26 November 2024 dan menjadi rilisan perdana band tersebut setelah hampir tujuh tahun vakum dari dunia rekaman.
Menariknya, Pulang mengangkat tema akhir sebuah perjalanan hidup—sebuah pesan yang kini terasa begitu menyentuh dan personal seiring kepergian Ricky. Lagu ini rencananya menjadi pembuka dari album baru yang juga akan diberi judul sama.
“Ricky dan Seringai baru saja merilis single baru berjudul Pulang pada 26 November. Itu adalah rilisan pertama Seringai setelah hampir tujuh tahun tidak mengeluarkan album,” ungkap Wendi Putranto, manajer Seringai, saat ditemui di Rumah Duka Sentosa, Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Jumat (25/4/2025) dilansir dari okezone.com
Namun, rencana melanjutkan proses rekaman album penuh harus terhenti secara mendadak akibat wafatnya Ricky di tengah tur. “Setelah tur ini seharusnya mereka masuk studio untuk rekaman album penuh. Tapi semuanya berubah,” tambah Wendi.
Wendi mengaku belum bisa memastikan masa depan Seringai tanpa Ricky. Ia menilai saat ini masih terlalu dini untuk membicarakan langkah band selanjutnya karena seluruh personel masih dalam suasana berduka.
“Terus terang saya belum tahu dan belum berani bertanya ke teman-teman Seringai. Kita semua masih dalam masa berkabung. Terlalu dini rasanya untuk membahas masa depan band sekarang,” ucapnya.
Ricky akan dimakamkan di San Diego Hills, Karawang, pada Sabtu, 26 April 2025. Saat ini, jenazah disemayamkan di Rumah Duka Sentosa, Gatot Subroto. Ia wafat akibat serangan jantung kedua yang dideritanya, dan meninggalkan seorang istri serta anak berusia 15 tahun.(EL/okezone)