Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Kamis 19 Februari 2026, Beda dengan Muhammadiyah

165

JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Keputusan tersebut diambil dalam sidang isbat yang digelar di Jakarta, Selasa (17/2/2026).

Pengumuman disampaikan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, usai memimpin sidang isbat. Ia menyebutkan hasil pemantauan hilal di 96 titik di seluruh Indonesia tidak menemukan satu pun laporan terlihatnya hilal.

“Dari 96 titik pemantauan, tidak ada yang berhasil melihat hilal. Dengan demikian, 1 Ramadan 1447 H ditetapkan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026,” ujar Nasaruddin.

Sidang isbat digelar setelah Kementerian Agama menerima laporan rukyatul hilal dari berbagai daerah dan mendengarkan paparan posisi hilal secara astronomis.

Karena hilal tidak memenuhi kriteria visibilitas, maka bulan Syaban digenapkan menjadi 30 hari.

Baca juga: Pasar Murah Ramadan 1447H: Rico Waas Tebar Subsidi Rp4 M ke 151 Kelurahan, Warga Wajib Tahu!

Keputusan pemerintah ini berbeda dengan ketetapan Muhammadiyah. Melalui maklumat resmi, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal.

Perbedaan penetapan awal Ramadan antara pemerintah dan Muhammadiyah kembali terjadi tahun ini.

Meski demikian, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan menghormati perbedaan metode dalam menentukan awal bulan Hijriah.

Dengan penetapan ini, umat Islam di Indonesia yang mengikuti keputusan pemerintah akan mulai menjalankan ibadah puasa Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026. (RS)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com