Antisipasi Lonjakan Kendaraan, Polrestabes Medan Optimalkan Jalur Alternatif Medan-Berastagi

439

MEDAN – Peningkatan arus lalu lintas di jalur wisata Medan-Berastagi mulai terpantau signifikan pada H+2 Lebaran 2025. Berdasarkan pantauan langsung, dominasi kendaraan pribadi dari Medan menuju Berastagi memicu lonjakan volume kendaraan, meski arus masih tergolong lancar.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Gidion Arif Setyawan menegaskan kesiapan pihaknya mengantisipasi kemacetan di jalur strategis ini.

“Kami telah menyiapkan rekayasa lalu lintas dan jalur alternatif untuk memastikan perjalanan wisatawan tetap nyaman,” ujarnya saat inspeksi Pos Pelayanan Hillpark, Sibolangit.

Langkah Strategis Polrestabes Medan
1. Pemetaan Titik Rawan Macet : 14 lokasi rawan seperti Simpang Selayang, Hairos Water Park, dan Pasar Pancur Batu dipasangi barrier serta sistem gatur (pengaturan arus) prioritas.
2. Penertiban Parkir Liar & PKL : Fokus pada area Pasar Pancur Batu dengan mengalihkan angkot ke terminal dan membersihkan bahu jalan dari aktivitas berjualan.
3. Patroli Intensif : Personel dikerahkan untuk menangani kecelakaan, kendaraan mogok, serta mengawasi simpang kritis seperti Sembahe dan Tirtanadi.

Jalur Alternatif Unggulan untuk Hindari Macet
Rute Srikandi : Dari Tanah Karo ke Medan, belok kiri di Simpang Namorih via Jalan Srikandi.
Rute Padang Golf : Jika macet di Sembahe, pengendara bisa melalui Jalan Padang Golf-Kutalimbaru hingga Bumi Perkemahan Pramuka.
Rute Alam Memori : Alternatif via Pemandian Alam Memori dan Desa Tambunen untuk hindari kepadatan di Jembatan Sembahe.

Data Penting
Puncak Arus : Diprediksi terjadi hingga 5 April 2025.
Faktor Penyebab Macet : Jalan sempit, parkir tidak tertib, dan aktivitas warga di bahu jalan. (FD)

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com