Berantas Narkoba dengan Kekuatan Zikir & Kolaborasi! Bobby Nasution Gandeng Tarekat Naqsabandiyah
DELISERDANG – Upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memberantas narkoba tak hanya mengandalkan pendekatan hukum. Gubernur Sumut, Bobby Nasution, secara resmi mengajak jamaah Tarekat Naqsabandiyah untuk berkolaborasi membentengi masyarakat dari bahaya narkoba.
Ajakan ini disampaikan Bobby dalam Zikir Akbar Nasional yang digelar Perkumpulan Pengajian Ilmu Tasawuf Thoriqoh Naqsyabandiyah Indonesia (PPITTNI), Minggu (23/11/2025).
“Saya yakin, peran tarekat bukan hanya mengatasi masuknya narkoba, tapi yang utama adalah menanamkan akhlak dan iman yang kuat,” tegas Bobby. “Dengan fondasi ini, anak-anak kita ketika ditawari narkoba akan menolak dengan sendirinya,” ujar Bobby.
Bobby menegaskan, perang melawan narkoba harus dilakukan secara kolektif. Sinergi antara Pemerintah, TNI, Polri, dan seluruh lapisan masyarakat, termasuk ormas keagamaan, adalah kunci kesuksesan.
Komitmennya pun tak main-main. Bobby bahkan meminta agar Pemprov Sumut bisa diizinkan menjadi bagian dari gerakan spiritual Naqsabandiyah.
“Izinkan kami jadi salah satu pemerintah daerah yang jadi bagian Naqsabandiyah Indonesia,” pinta Bobby.
Tasawuf: Solusi Jinakkan Narkoba dan Premanisme?
Dukungan serupa datang dari Menteri Agama, Nasaruddin Umar. Dalam kesempatan itu, ia menyebut pendekatan tasawuf sebagai solusi efektif untuk masalah dekadensi moral, termasuk narkoba dan premanisme.
“Serahkan pada tasawuf untuk menjinakkan warga yang terjerat narkoba. Saya yakin, jika tasawuf ini tersebar di Sumut, jangankan narkoba, preman pun akan sadar. Berikan kesempatan pada tarekat untuk mengembangkan ajarannya,” tegas Nasaruddin.
Acara yang digelar di Gedung Serbaguna Pemprov Sumut ini pun berhasil menyedot perhatian dunia. Ribuan jamaah dari seluruh Indonesia hadir, bahkan diikuti oleh peserta dari Cina dan Rusia, menunjukkan jangkauan spiritual yang global. Turut hadir Pengasuh Tertinggi PPITTNI Syekh Muhammad Ali Idris, serta sejumlah kepala daerah. (Rel)